Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyepakati pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait situasi di Iran, Lebanon, dan Palestina. Kesamaan pandangan kedua pemimpin negara itu juga mencakup penyelesaian konflik bersenjata di Ukraina.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam pernyataan bersama atau joint statement yang menegaskan komitmen kedua negara terhadap penghormatan kedaulatan dan keutuhan wilayah setiap negara, serta penguatan kerja sama multilateral berdasarkan hukum internasional dan Piagam PBB.
Dalam pernyataan itu, Indonesia dan Prancis juga menolak penggunaan maupun ancaman kekuatan dalam penyelesaian konflik internasional. Keduanya menyerukan penyelesaian damai atas konflik di Palestina, Iran, Lebanon, hingga Ukraina.
Presiden Prabowo menekankan stabilitas Timur Tengah memiliki dampak langsung terhadap kondisi energi global dan rantai pasok dunia. Karena itu, menurutnya, perdamaian di kawasan tersebut menjadi kepentingan bersama masyarakat internasional.
“Saya sependapat dengan Presiden Macron, bahwa stabilitas Timur Tengah sangat penting dan akan berdampak langsung pada kondisi energi dunia dan rantai pasok global,” ujar Prabowo dalam Prioritas Indonesia Metro TV, Jum'at 29 Mei 2026.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap sikap Prancis yang mendorong dukungan internasional terhadap solusi dua negara untuk Palestina.
“Indonesia tetap berpandangan, tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara, tanpa keadilan bagi rakyat Palestina,” tegasnya.
Sementara itu, Presiden Macron menyatakan Indonesia dan
Prancis memiliki visi yang sama dalam menjaga kebebasan navigasi dan mencegah konflik di kawasan strategis seperti Selat Hormuz. Ia menegaskan pentingnya menjaga jalur tersebut tetap terbuka secara damai tanpa ancaman maupun bentuk privatisasi. Macron juga menyoroti pentingnya percepatan transisi energi sebagai respons terhadap ketidakstabilan global, termasuk situasi di Timur Tengah.
Selain Palestina, Macron turut menegaskan komitmen bersama Indonesia dan Prancis dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan Lebanon melalui kerja sama dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon.
"Pasukan kita bertugas bersama dalam
UNIFIL. Kedua negara kita juga sama-sama kehilangan prajurit demi membela Lebanon dan komunitas internasional. Ada persaudaraan senjata dan darah antara kita. Saya ingin menghormati komitmen Anda dan angkatan bersenjata Anda dalam terus memperjuangkan perdamaian dan kedaulatan Lebanon,” kata Macron.
Ia juga mengecam serangan yang terus terjadi di Lebanon selatan dan menyebut situasi tersebut tidak dapat diterima karena telah menimbulkan ribuan korban jiwa dan jutaan pengungsi.