Jakarta: Pernah melihat karakter game muncul di dunia nyata lewat kamera ponsel, atau mencoba furnitur secara virtual sebelum membelinya? Teknologi tersebut dikenal sebagai Augmented Reality (AR), inovasi digital yang mampu menggabungkan dunia maya dengan lingkungan nyata secara real-time. Kini, teknologi AR semakin banyak digunakan, tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga pendidikan, bisnis, hingga kebutuhan sehari-hari.
Melansir laman Cloud Computing Indonesia, implementasi AR dalam berbagai bidang sebenarnya sudah lama digunakan, terutama melalui aplikasi praktis di perangkat mobile.
Namun, AR berbeda dengan Virtual Reality (VR). Teknologi VR menggantikan dunia nyata dengan lingkungan digital sepenuhnya, sedangkan AR menggabungkan dunia maya dan realita menjadi satu pengalaman interaktif yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya untuk hiburan.
Beragam Implementasi Augmented Reality (AR)
Teknologi AR telah diterapkan di berbagai bidang untuk membantu dan memperkaya aktivitas sehari-hari, mulai dari hiburan, pendidikan, hingga industri retail dan busana.
Aplikasi Pokemon Go
Aplikasi mobile Pokemon Go menjadi salah satu contoh implementasi AR paling populer di dunia hiburan dan gaming. Game yang pertama kali dirilis pada 2016 ini memungkinkan pengguna berburu karakter Pokemon di berbagai lokasi nyata berdasarkan sistem GPS pada ponsel.
Saat pengguna tiba di lokasi tertentu, karakter Pokemon akan muncul secara virtual di layar ponsel seolah berada di dunia nyata dan dapat ditangkap secara langsung oleh pemain.
AR Mirror Timberland
Brand fashion Timberland pernah menghadirkan teknologi AR Mirror di etalase toko mereka. Teknologi ini memungkinkan pengunjung mencoba berbagai pilihan pakaian secara virtual tanpa harus mengenakannya secara langsung.
Selain mempermudah pelanggan, teknologi tersebut juga menjadi strategi menarik perhatian calon pembeli agar lebih tertarik masuk dan berbelanja di toko.
Smithsonian Museum: Dinosaur Experience
Smithsonian Museum juga memanfaatkan teknologi AR untuk meningkatkan pengalaman pengunjung. Melalui program “Dinosaur Experience”, pengunjung dapat melihat dinosaurus virtual bergerak seolah hidup di habitat aslinya.
Teknologi ini membuat pengalaman belajar menjadi lebih interaktif dan menarik, khususnya bagi anak-anak dan pengunjung museum.
Aplikasi AR IKEA
IKEA turut memanfaatkan teknologi AR untuk membantu pelanggan memilih furnitur rumah. Lewat aplikasi AR, pengguna dapat memproyeksikan perabot pilihan ke dalam ruangan melalui kamera ponsel sesuai ukuran aslinya.
Dengan fitur ini, pelanggan bisa melihat secara langsung bagaimana tampilan furnitur di rumah mereka sebelum melakukan pembelian.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Odetta Aisha Amrullah)