Pencarian 8 Korban Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan

17 September 2026 22:51

Setelah sepuluh hari, operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak di perairan Selat Sunda resmi dihentikan. Keputusan berat ini diumumkan langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, pada Kamis 17 September 2026, menyusul berakhirnya masa perpanjangan waktu tiga hari (H+3).

"Dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini oleh pihak yang berkepentingan, pihak yang memiliki kewenangan, dinyatakan dihentikan," ucap Andra Soni dikutip dari Primetime News, Metro TV, Kamis 17 September 2026. 
 



Andra Soni menyampaikan bahwa tim SAR gabungan belum menemukan jejak atau titik terang keberadaan Speedboat Arupadatu 1 beserta delapan penumpangnya. Tim SAR memang sempat menemukan belasan barang mencurigakan di area pencarian. Namun, setelah diidentifikasi, barang-barang tersebut dipastikan bukan milik rombongan jurnalis.

"Bahwa kemudian ada beberapa temuan material atau objek, dicatat ada 13 objek yang ditemukan selama operasi, dan itu sudah dikonfirmasi. Setelah dikonfirmasi, di-cross-check, dan diteliti, dinyatakan saat ini tidak terhubung dengan Arupadatu 1," jelasnya.

Meski operasi gabungan resmi ditutup, Andra Soni menegaskan bahwa pencarian sewaktu-waktu dapat kembali dibuka. Pemerintah daerah dan Basarnas sangat mengandalkan peran aktif masyarakat pesisir dan pelaut untuk melaporkan segala bentuk temuan di lapangan.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X