Jejak Kapal Rombongan Jurnalis Hilang Masih Nihil di Enggano

Personel Basarnas Bengkulu saat melakukan pencarian di sekitar kawasan Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, Kamis (17/9/2026). ANTARA/HO/dokumen pribadi

Jejak Kapal Rombongan Jurnalis Hilang Masih Nihil di Enggano

Lukman Diah Sari • 17 September 2026 19:20

Bengkulu: Kantor Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) Bengkulu memastikan operasi pencarian kapal cepat berisi rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda, Banten, masih nihil. Pencarian ini merupakan perbantuan dengan memperluas area penyisiran hingga ke perairan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

"Hingga sore ini hasil pencarian masih nihil dan kami akan menunggu informasi selanjutnya apakah akan melanjutkan operasi SAR berikutnya atau dihentikan karena merupakan hari ketiga waktu tambahan operasi SAR setelah tujuh hari," kata Kepala Kantor Basarnas Bengkulu, Muslikun Sodik, di Bengkulu, Kamis, 17 September 2026, melansir Antara.

Muslikun menyebut Basarnas Bengkulu bersama Lanal Bengkulu membantu operasi SAR yang dikoordinasikan oleh Kantor SAR Banten. Sebanyak 25 personel dikerahkan berikut armada kapal RB213, RBB RIB 01, dan tiga perahu karet (LTR) untuk menyisir pesisir hingga perairan Enggano.

Penyisiran darat juga telah dilakukan sejak Rabu, 16 September 2026, dari Dermaga Malakoni hingga Banjarsari, Pulau Enggano. Pencarian difokuskan pada kapal cepat berisi delapan orang, yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak, yang hilang saat meliput Anak Gunung Krakatau.


Tim SAR memantau peta operasi pencarian delapan warga yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten, Senin (14/9/2026). ANTARA/ZUBI MAHROFI.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu telah mengirim sampel DNA jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Mabes Polri. Autopsi dan uji DNA ini guna mendeteksi ada tidaknya kaitan jenazah dengan korban kapal hilang.

"Terkait pencocokan DNA jadi untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara saat ini sudah dikirimkan sampel DNA-nya ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dicocokkan," sebut Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Imam Wijayanto.

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, dapat dipastikan bahwa jenazah tersebut bukan warga lokal atau penduduk asli Pulau Enggano. Terkait kapan hasil uji DNA tersebut keluar, Imam menyebut pihaknya belum bisa memastikan.

"Untuk waktunya berapa lamanya kita masih menunggu, nanti setelah hasil akan kita sampaikan kembali," jelas dia.

(Lukman Diah Sari)