Kekeringan Ekstrem di Ketapang dan Kayong Utara Hambat Pemadaman Karhutla

19 September 2026 19:16

Ketapang: Kekeringan ekstrem menyelimuti wilayah  Kalimantan Barat (Kalbar) bagian selatan. Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara menjadi dua wilayah terparah yang terdampak kekeringan ekstrem.

Kondisi itu membuat lahan semakin mudah terbakar. Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi lebih sulit.

"Ini kami mengalami langsung fenomenanya ataupun kondisi alamnya dan juga berdasarkan data dari BMKG. Sangat kering di sini (Ketapang). Suhu yang tinggi ini juga menambah tambah kering juga," ujar Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, dalam program Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu, 19 September 2026.

Dampak kemarau panjang juga membuat ketersediaan air menyusut. Hujan yang tak kunjung turun selama hampir tiga bulan membuat permukaan air tanah anjlok.
 



Sementara air di embung semakin terbatas. Kondisi ini membuat petugas kesulitan untuk memadamkan Karhutla, terutama saat titik api berada jauh dari sumber air.

Sementara itu, Kualitas udara di Ketapang, kembali memburuk pada sore ini, Sabtu, 19 September 2026. Indeks kualitas udara meningkat dari skor 75 pada pagi hari menjadi 121 sore hari.

"Polusi udara pada sore ini menunjukkan bahwa kualitas udaranya berada pada skor 121, masuk kategori tidak sehat. Terutama bagi kelompok sensitif," ujar Jurnalis Metro TV Elvina Sihombing, dalam program Metro Hari Ini Metro TV.

Dalam pantauan di lapangan, banyak debu berterbangan imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Debu berasal dari vegetasi yang terbakar,

Sementara itu, sebuah lahan di Desa Negeri Baru, Ketapang, yang sempat terbakar kini sudah padam. Menyisakan rumput dan dedaunan yang hangus terbakar.

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X