10 June 2026 09:48
Madinah: Usai menyelesaikan seluruh rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jemaah haji Indonesia kini memasuki fase pemulihan. Kondisi kesehatan jemaah haji menjadi perhatian serius seiring meningkatnya risiko gangguan kesehatan akibat kelelahan ekstrem.
Pemerintah melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah secara tegas mengimbau para jemaah untuk membatasi aktivitas fisik yang berlebihan selama berada di Madinah. Hal ini dilakukan karena kondisi fisik jemaah dinilai berada pada titik terendah setelah menjalani rangkaian ibadah yang sangat berat di Armuzna.
Kepala KKHI Madinah, Enny Nuryanti, mengungkapkan bahwa saat ini banyak jemaah haji yang mengalami kelelahan fisik cukup berat. Ironisnya, meski sudah menyelesaikan puncak haji, tidak sedikit jemaah yang masih memaksakan diri melakukan aktivitas tambahan seperti umrah berkali-kali atau ziarah yang menguras energi.
“Jemaah ini di puncak kelelahan, apalagi mungkin habis Armuzna ada beberapa jemaah masih melakukan aktivitas, mungkin umrah lagi atau mungkin ziarah. Jadi ini tentunya ini puncak kelelahan jemaah haji," ujar Enny dalam tayangan Metro Pagi Primetime Metro TV, Rabu 10 Juni 2026.
Untuk menekan angka jemaah yang sakit dan memastikan jemaah tetap sehat hingga kembali ke Indonesia, bidang kesehatan Daker Madinah menerapkan strategi pelayanan kesehatan 3M, yaitu memulihkan kondisi jemaah setelah dari Armuzna, memastikan jemaah fit to fly saat kepulangan, serta memuliakan jemaah sebagai tamu Allah.
Sebagai langkah pencegahan mandiri, jemaah diingatkan untuk disiplin menjaga daya tahan tubuh dengan cara menyesuaikan aktivitas ibadah sesuai kemampuan fisik, memperbanyak minum air putih tanpa menunggu haus, mengonsumsi makanan bergizi tepat waktu, serta memastikan istirahat yang cukup minimal 6 hingga 8 jam sehari.