Ibadah haji/Metro TV/Misbahol
Kemenhaj Yogyakarta Pastikan Jemaah Haji Sakit Tertangani Baik
Silvana Febiari • 9 June 2026 21:39
Yogyakarta: Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Yogyakarta menyatakan jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan karena asma dan hipertensi saat proses kepulangan dari Tanah Suci ke debarkasi telah tertangani dengan baik.
Kepala Kantor Kemenhaj Yogyakarta Irfan Zainudin mengatakan saat proses kepulangan ada tiga haji yang dipantau kesehatan karena asma dan hipertensi. Ketiganya sempat dirujuk ke RSUD Wates Kulon Progo menggunakan ambulans.
"Alhamdulillah, kondisi jemaah yang sempat mendapatkan penanganan kesehatan sudah terkendali dengan baik, bahkan dua orang sudah dijemput keluarganya masing-masing," katanya, dilansir dari Antara, Selasa, 9 Juni 2026.
Dengan demikian, kata dia, secara umum seluruh haji asal Yogyakarta yang tergabung dalam Kloter 6 tiba di Tanah Air dengan selamat. Mereka bisa berkumpul kembali dengan keluarga setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji.
Menurut dia, jumlah haji yang tergabung dalam kloter tersebut sebanyak 359 orang. Mereka terdiri atas 156 laki-laki dan 203 perempuan, ditambah dua orang mutasi masuk.
"Alhamdulillah, untuk kloter 6 tidak ada jemaah yang meninggal. Secara umum perjalanan dari Jeddah hingga debarkasi dan sampai di Balai Kota Yogyakarta berjalan lancar sesuai dengan yang direncanakan," ungkapnya.
Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan ibadah haji serta memohon masukan untuk peningkatan layanan ke depan.
"Kami menyadari masih ada kekurangan dalam pelayanan. Karena itu, masukan dan saran dari jamaah maupun seluruh pemangku kepentingan akan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan haji di masa datang semakin baik," ujarnya.

Salah seorang haji asal Kota Yogyakarta bertemu dengan keluarga usai tiba di Balai Kota Yogyakarta, Selasa, 9 Juni 2026. ANTARA/HO-Dinas Kominfosan Yogyakarta
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono berharap nilai-nilai yang diperoleh jemaah haji selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kami berharap jemaah menjadi haji yang mabrur dan dapat menjadi agen kebaikan di lingkungan masing-masing," harapnya.
Menurut dia, semangat kepedulian sosial yang tumbuh selama menjalankan ibadah haji dapat menjadi modal penting untuk memperkuat kehidupan masyarakat Kota Yogyakarta. Oleh karena itu, pihaknya berharap jemaah dapat terus menebarkan manfaat dan meneladani nilai-nilai kepedulian terhadap sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Dengan begitu, pengalaman spiritual selama berhaji tidak hanya berdampak bagi diri sendiri, tetapi juga membawa manfaat yang luas bagi masyarakat Kota Yogyakarta," tutupnya.