Update Haji: 53.259 Orang Tiba di RI, Jemaah Gelombang Kedua Bergerak ke Madinah

9 June 2026 17:45

Memasuki hari kesembilan masa kepulangan jemaah haji dari Tanah Suci, tercatat sebanyak 53.259 orang yang tergabung dalam 136 kelompok terbang (kloter) telah tiba kembali di Tanah Air. Jumlah tersebut mencakup sekitar 25,81?ri total keseluruhan jemaah haji Indonesia yang berjumlah lebih dari 200.000 orang.

Proses pemulangan ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap selama 30 hari, terhitung sejak 1 Juni hingga 30 Juni mendatang, dengan rata-rata 6.000 hingga 8.000 orang yang diterbangkan setiap harinya.

Jemaah Haji Gelombang Kedua Bergerak ke Madinah

Di saat ribuan jemaah mulai memadati bandara untuk pulang, jemaah haji gelombang kedua tiba di Kota Madinah, Arab Saudi, setelah menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji. Sebanyak 20 kloter dengan total 7.800 orang telah tiba di kota suci tersebut dari Makkah.

Setibanya di Madinah, jemaah diarahkan menuju hotel-hotel di kawasan Markaziyah dengan pengawalan ketat dari petugas PPIH Arab Saudi. Jemaah gelombang kedua ini dijadwalkan menjalani masa tinggal selama 8 hari untuk melaksanakan ibadah Arbain sebelum akhirnya dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA).

Hingga saat ini proses kedatangan jemaah gelombang kedua di Madinah berjalan sesuai jadwal. Dalam beberapa hari ke depan, puluhan ribu orang lainnya akan menyusul tiba di Kota Madinah secara bertahap.
 
Baca juga: Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Pelaku Penipuan Bermodus Badal Haji

Amirul Hajj Kembali ke Tanah Air

Bersamaan dengan masifnya arus kepulangan jemaah haji gelombang pertama, tim Amirul Hajj yang dipimpin langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI telah kembali ke Jakarta pada Senin lalu, 8 Juni 2026. Kembalinya tim ini menandai berakhirnya pengawasan langsung pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Dalam laporannya, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf menegaskan secara garis besar pelaksanaan haji tahun ini berjalan dengan aman dan lancar. Meski begitu terdapat beberapa poin evaluasi krusial yang akan segera disampaikan kepada otoritas Arab Saudi.

Irfan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh petugas dan jemaah yang telah bekerja sama menjaga kondusivitas selama di Tanah Suci. Berdasarkan pantauan tim, beberapa peningkatan fasilitas sepertio tenda dan layanan kesehatan dinilai cukup berhasil menekan angka fatalitas jemaah tahun ini.

Namun pemerintah tetap mengantongi sejumlah catatan terkait kepadatan di Mina yang memerlukan perbaikan manajemen pergerakan jemaah di masa mendatang. Pemerintah berkomitmen memulai persiapan haji tahun depan lebih awal untuk menjamin hak dan kenyamanan jemaah haji Indonesia terpenuhi secara maksimal.

Irfan menegaskan bahwa tugas pelayanan belum usai meski puncak haji telah lewat. Ia menginstruksikan seluruh petugas di Arab Saudi untuk tetap bekerja sesuai tupoksi masing-masing hingga jemaah terakhir masuk ke dalam pesawat.

"Berakhirnya puncak haji Armuzna tidak berarti petugas haji bisa beristirahat. Memang banyak apresiasi kepada para petugas haji, tapi saya tekankan sampai dengan masuknya jemaah terakhir ke dalam pesawat, semua petugas haji tetap bertugas sesuai tupoksinya masing-masing," tegas Irfan yang dikutip Metro Siang, pada Selasa 9 Juni 2026.

(Anggie Meidyana)