Jejak Ki Hajar Dewantara di Balik Hari Pendidikan Nasional

2 May 2026 19:35

Jakarta: Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) merupakan salah satu momentum penting dalam sejarah Indonesia yang diperingati setiap 2 Mei. Peringatan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap para pelopor pendidikan, sekaligus pengingat akan pentingnya peran pendidikan dalam membangun bangsa.

Hardiknas tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional. Momentum ini menjadi refleksi bersama untuk terus memperkuat sistem pendidikan agar mampu mencerdaskan kehidupan bangsa secara berkelanjutan.

Sejarah Penetapan Hardiknas

Hari Pendidikan Nasional ditetapkan bertepatan dengan hari lahir Ki Hajar Dewantara, yaitu pada 2 Mei. Ia dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional yang memiliki peran besar dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada masa kolonial Hindia Belanda, akses pendidikan sangat terbatas dan hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu, terutama kaum elite dan keturunan Belanda. Kondisi ini mendorong Ki Hajar Dewantara untuk mengkritik kebijakan tersebut dan memperjuangkan pendidikan yang inklusif.

Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah hak semua orang tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi. Atas jasanya tersebut, pemerintah melalui Presiden Soekarno menetapkan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.

Makna dan Kepentingan Hardiknas

Peringatan Hardiknas memiliki sejumlah tujuan penting yang relevan hingga saat ini. Melansir berbagai sumber, momentum ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memiliki makna strategis dalam pembangunan pendidikan nasional.

1. Menghargai jasa tokoh pendidikan

Hardiknas menjadi sarana untuk mengenang dan menghormati perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

2. Meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan

Peringatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

3. Momentum refleksi sistem pendidikan

Hardiknas juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kondisi pendidikan nasional, termasuk tantangan yang masih dihadapi seperti kesenjangan akses pendidikan di berbagai daerah.

Secara keseluruhan, Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan harus terus dilakukan. Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat demi masa depan bangsa yang lebih baik.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Odetta Aisha Amrullah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)