Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis, Kabupaten Situbondo Sabet Penghargaan Top Regency in Public Health Center Services

30 April 2026 10:33

Pemerintah Kabupaten Situbondo berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Dalam ajang National Governance Awards (NGA) 2026 yang diselenggarakan oleh Metro TV, Situbondo dinobatkan sebagai penerima penghargaan untuk kategori Top Regency in Public Health Center Services.

Penghargaan ini menjadi momentum bagi Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, untuk mempertegas komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan tanpa biaya bagi seluruh masyarakat. 

Penghargaan tersebut diserahkan langsung di Jakarta pada Jumat 24 April 2026, dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah. Bupati yang akrab disapa Mas Rio ini menyatakan bahwa apresiasi ini menjadi suntikan semangat bagi jajarannya untuk memberikan dampak nyata bagi warga.

"Penghargaan ini sangat luar biasa. Ini memberikan dampak besar bagi kepercayaan diri kami untuk terus melayani masyarakat Situbondo," ujar Mas Rio, dalam tayangan Metro Pagi Primetime Metro TV. 

Fokus utama Bupati Yusuf Rio setelah penghargaan ini adalah memastikan tidak ada lagi warga Situbondo yang terbebani biaya kesehatan. Ia menegaskan visi layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan sepenuhnya gratis hanya dengan menunjukkan identitas kependudukan.

"Saya ingin setiap orang yang memiliki KTP Situbondo, semua urusan kesehatannya 'tis-tis-tis', alias gratis semua. Inovasi kami adalah bagaimana semua orang terlayani secara mudah dan bisa dijangkau," katanya.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan kinerja nyata pemkab Situbondo dalam mengoptimalkan layanan kesehatan masyarakat. Situbondo memperkuat sistem layanan kesehatan primer berbasis komunitas melalui optimalisasi fungsi puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan tingkat pertama yang menjangkau hingga wilayah pesisir dan pedesaan terpencil. 


Transformasi ini didukung oleh alokasi belanja kesehatan sebesar Rp212,4 miliar yang difokuskan pada peningkatan kapasitas layanan dasar serta penguatan mekanisme pelayanan berbasis kedekatan wilayah.

Pemkab Situbondo juga mempermudah akses transportasi medis melalui program Ambulans Desa. Saat ini, sebanyak 38 unit ambulans desa telah beroperasi secara khusus dan gratis. Target ke depan, setiap desa di Situbondo akan memiliki satu unit ambulans untuk menjamin percepatan layanan darurat.

"Yang paling paling penting buat saya kemudian semua orang terlayani, makanya kita sekarang sedang menganggarkan dan sudah ada 38 ambulan desa khusus untuk desa dan tahun depan tahun depannya lagi sampai semua desa punya ambulan," kata Rio. 

Untuk mendukung ekosistem kesehatan gratis ini, Situbondo juga melakukan transformasi digital. Digitalisasi layanan dilakukan agar masyarakat di pelosok desa dapat mengakses administrasi kesehatan dan pendaftaran layanan dengan lebih simpel melalui ponsel.

Kabupaten Situbondo menegaskan posisinya sebagai model nasional dalam pengembangan sistem kesehatan berbasis komunitas yang terdesentralisasi hingga wilayah pesisir dan pedesaan. Capaian ini menjadikan Situbondo sebagai rujukan utama dalam pengembangan sistem kesehatan primer yang adaptif merata dan berkelanjutan di wilayah pesisir Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)