Tragedi Terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2

5 August 2026 10:19

Jakarta: Tragedi kembali terjadi di jalur pelayaran nasional. KMP Mutiara Sentosa 2 yang berlayar dari Surabaya menuju Makassar terbakar di tengah laut. Lima orang dilaporkan tewas dalam peristiwa ini. Insiden ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai keselamatan transportasi laut di Indonesia serta pentingnya pengawasan terhadap operator kapal.


Kronologi kebakaran KM Mutiara Sentosa 2


Kebakaran terjadi pada hari Minggu, 2 Agustus 2026. Saat itu KMP Mutiara Sentosa 2 sedang menempuh pelayaran rutin, tepatnya adalah dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, hendak menuju ke Makassar, Sulawesi SelatanKapal berada di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, saat kebakaran terjadi. Berdasarkan data Kantor SAR Surabaya, kapal mengangkut setidaknya 232 penumpang, 39 orang terdiri dari kru dan juga anak buah kapal, dan ada 181 kendaraan.

Data terkait dengan jumlah penumpang secara khusus, memang sampai dengan hari ketiga proses pencarian, ini masih terus dilakukan verifikasi untuk memastikan apakah keseluruhan dari data manifest ini juga merupakan korban yang saat ini mengalami kondisi kecelakaan atau bahkan meninggal dunia dan masih dalam proses pencarian.  Terkait dengan kronologi kejadiannya, titik api pertama dilaporkan muncul antara pukul 06.00 hingga 07.00, di mana nakhoda kapal sempat menghubungi pihak operator kapal dan melaporkan bahwa kapal mengalami kebakaran, namun tidak lama kemudian komunikasi nahkoda pun terputus.

Pada sekitar pukul 08.24 WIB, laporan pertama diterima oleh pihak Kantor SAR Surabaya, mengenai insiden kebakaran KMP Mutiara Santosa 2. Tim SAR kemudian berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar perkiraan lokasi untuk memberikan pertolongan secepatnya. Barulah pada sekitar pukul 9.45 WIB, posisi persis kapal KMP Mutiara Santosa berhasil dipastikan.

14 menit kemudian proses evakuasi pun dimulai dengan melibatkan dari Tim SAR, TNI Angkatan Laut, kapal tunda, serta sejumlah kapal niaga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
 
Sejumlah penumpang disebut telah menggunakan pelampung pada saat posisi kapal ditemukan, bahkan ada yang sudah meloncat ke laut untuk bisa menyelamatkan diri sambil menunggu pertolongan datang, karena sebagian besar dari badan kapal ini sudah terbakar.

Kondisi korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2


Sampai dengan hari ketiga ini, 5 orang dinyatakan meninggal dunia karena tenggelam. Sementara lebih dari 230 orang sudah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sebagian korban mengalami luka maupun trauma ataupun kelelahan setelah berjam-jam berada di laut. Bahkan masih ada belasan korban yang dirawat di rumah sakit.

Petugas juga masih terus melanjutkan proses pencarian dan juga evakuasi memastikan tidak ada lagi korban yang hilang. Dimana operasi pencarian melibatkan berbagai unsur dengan sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kondisi dari laut, kondisi cuaca, dan juga luasnya area pencarian di perairan utara Madura.

Bangkai kapal kemungkinan sudah bergeser karena adanya arus laut dan ini tentunya menjadi tantangan bagi proses pencarian selama kurang lebih 7 hari setelah kejadian.

Penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa 2


Terkait dengan penyebab pasti kebakaran sampai dengan saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang, baik dari pihak KNKT maupun dari kepolisian. Petugas juga masih mencocokkan data manifest penumpang yang sempat menimbulkan perbedaan informasi.

Sementara itu Kementerian Perhubungan juga mengatakan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap operator kapal, yaitu PT atau SIM lampung pelayaran. Termasuk menilai kepatuhan terhadap standar keselamatan dan juga prosedur operasional.

Sampai saat ini kita masih menunggu secara resmi apa sebetulnya yang menjadi penyebab pasti dari kebakaran atau kecelakaan kapal Mutiara Sentosa 2 ini. Dan semoga kita harapkan tidak kembali terjadi.

Respons cepat saat situasi darurat kecelakaan menjadi hal yang krusial. Tapi pencegahan sejak dini dan kepatuhan SOP keselamatan jauh lebih penting. Mulai dari kelayakan kapal, pengawasan muatan dan kendaraan, kesiapan awak hingga kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.

Kita harapkan hasil investigasi tidak hanya mengungkap penyebabnya, tapi juga menjadi evaluasi agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Sumber: Redaksi Metro TV

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X