Gubernur NTT Janji Benahi Sistem Pendataan Bansos

10 February 2026 00:09

Gubernur NTT Melki Laka Lena berjanji akan membenahi sistem pendataan bantuan sosial agar tidak ada lagi warga miskin yang terabaikan oleh negara. Janji itu disampaikan Gubernur Melki saat mengunjungi rumah duka YBR, siswa SD di Ngada, yang bunuh diri akibat kemiskinan ekstrem. 

Melki juga menyempatkan berziarah ke makam korban dekat pondok yang menjadi tempat tinggalnya selama ini. Dalam kunjungan yang berlangsung haru, Gubernur menyampaikan duka mendalam sekaligus permohonan maaf kepada keluarga atas keterlambatan negara dalam melindungi keluarga rentan seperti almarhum YBR.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk membenahi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), agar keluarga miskin ekstrem tidak lagi luput dari bantuan pemerintah.
 

Baca juga:
Pemerintah Pastikan Kasus Bocah di NTT Tak Terulang Kembali

Gubernur juga menegaskan larangan keras politisasi bantuan sosial di tingkat desa. Ia meminta aparat desa, guru, tenaga kesehatan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas aktif memverifikasi data warga miskin di lapangan.

Melki memberi ultimatum akan memproses hukum bila ada kepala desa serta perangkat lainnya yang hanya memasukkan data bantuan berdasarkan kepentingan keluarga dan pendukungnya. "Kalau ada kejadian model begitu, siapa yang bertanggung jawab pasti kita proses secara hukum," tegas Melki Laka Lena.

Menurut Gubernur, tragedi ini menjadi pengingat serius bahwa negara harus hadir lebih cepat dan lebih tepat dalam melindungi anak-anak dari keluarga rentan. Kepergian YBR bukan hanya duka bagi keluarga dan Kabupaten Ngada, tetapi juga menjadi duka nasional yang mendapat perhatian serius Presiden Republik Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)