Sumur Warga di Magelang Mengering, 101 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan

14 September 2026 15:22

Keterbatasan air bersih membuat warga harus mengantre dan juga menempuh jarak jauh untuk bisa mendapatkan pasokan air. Di Magelang, Jawa Tengah, puluhan armada diterjunkan untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah yang rawan kekeringan.

Musim kemarau panjang membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mulai mengalami krisis air bersih. Untuk meringankan beban warga, puluhan armada pengangkut air dilepas dari lapangan Tuksongo, Kecamatan Borobudur. 

Total 101.000 liter air bersih didistribusikan ke 20 titik rawan kekeringan yang tersebar di empat kecamatan, yakni Pakis, Tegalrejo, Salaman, dan Borobudur. 

Aksi sosial ini melibatkan forum pengurangan risiko bencana, paguyuban sopir truk Magelang, BPBD, Polresta Magelang, PMI, hingga Dinas Lingkungan Hidup. 
 



Kedatangan armada disambut antusias warga. Mereka membawa jeriken dan gerobak tangan lalu mengantre untuk mendapatkan air yang akan disimpan sebagai cadangan kebutuhan sehari-hari. 

Di Desa Majaksi, sumur warga bahkan mengering total karena belum terjangkau jaringan Pamsimas, sedangkan di Desa Tegalarum debit air Pamsimas menyusut drastis.

“Kondisi sumur sudah kering, sudah surut. Dan untuk wilayah yang di Tegalarum kan kondisi ada Pamsimas, SPAM Simas juga sudah kecil debitnya” ucap Ketua FPRB Kecamatan Borobudur, Nur Fauzan, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin, 14 September 2026.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X