PT Telkomsel terus menunjukkan komitmennya dalam membantu pemulihan warga yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah kondisi serba terbatas, Telkomsel menghadirkan Booth Peduli untuk membagikan kartu perdana dan voucher kuota internet secara gratis di posko pengungsian Lapangan Gelora Samador, Kabupaten Sikka.
Pascagempa yang mengguncang Pulau Flores, ribuan warga terpaksa beraktivitas dari lokasi pengungsian. Kondisi ini secara langsung berdampak pada akses komunikasi sehari-hari, termasuk terhambatnya kegiatan belajar mengajar para siswa.
Team Leader Booth Telkomsel, Dodi Indianto, menyebutkan bahwa booth ini sudah beroperasi sejak sehari pascagempa. Tingginya antusiasme warga membuat ratusan bantuan akses
komunikasi ludes tersalurkan setiap harinya.
"Warga langsung menyerbu booth kami. Sejauh ini, sekitar 257 kartu perdana dengan kuota 7 GB dan 282 voucher fisik berkuota 4 GB sudah kami bagikan secara gratis kepada pengungsi," jelas Dodi dikutip dari
Metro Siang, Metro TV, Rabu 26 Agustus 2026.
Selain pembagian gratis, Dodi menambahkan bahwa warga juga difasilitasi dengan promo khusus. "Kami juga menyediakan paket NTT Peduli. Warga cukup mengklaim dengan Rp1 dan langsung mendapatkan kuota internet 3 GB," tambahnya.
Bantu Siswa Tetap Belajar Daring
Bantuan kuota internet ini menjadi angin segar bagi para pengungsi, terutama pelajar yang harus tetap mengikuti kegiatan sekolah di tengah situasi darurat.
Bintang (17), salah seorang pengungsi remaja, mengaku sangat bersyukur mendapatkan kuota internet 3 GB dan pulsa telepon 300 menit. Fasilitas ini membantunya untuk tetap terhubung dengan sekolah dan memberi kabar kepada keluarga di luar daerah.
"Ini sangat membantu, soalnya waktu kemarin gempa itu semua sekolah langsung dialihkan menjadi
online," ungkap Bintang.
Ke depannya, Booth Peduli Telkomsel akan terus disiagakan dengan menyesuaikan dinamika kebutuhan pengungsi di lapangan. Selain bantuan kuota, upaya percepatan pemulihan infrastruktur jaringan yang sempat terdampak gempa dan pemadaman listrik juga terus dimaksimalkan agar warga tetap bisa berkomunikasi dengan lancar.