Sarasehan 100 Ekonom 2026: Strategi Indonesia Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

3 September 2026 14:17

Metro TV bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) kembali menggelar forum tahunan "Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026" di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 3 September 2026. Forum ini bertujuan merumuskan kebijakan strategis untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Dikutip dalam tayangan Metro Siang Metro TV, kamis, 3 September 2026, mengusung tema "Berlayar di Tengah Gelombang Global, Menjaga Daya Tahan Ekonomi Nasional", acara ini mempertemukan para pakar ekonomi dengan pemangku kebijakan. Fokus utamanya adalah mengantisipasi tekanan eksternal seperti isu geopolitik dan perubahan kebijakan ekonomi negara maju.

Stabilitas Perbankan dan Sektor Riil
Dalam sesi pertama, pimpinan lembaga keuangan yang terdiri dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memaparkan kondisi likuiditas perbankan nasional. Ketiga lembaga yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) ini berkomitmen untuk memastikan perbankan tetap kuat dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor riil dan produktif.


Mengejar Target Pertumbuhan 8 Persen
Diskusi juga menyoroti target ambisius pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Keuangan sekaligus Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menekankan pentingnya optimalisasi ruang fiskal untuk mencapai target tersebut.

Pemerintah juga menyiapkan strategi khusus untuk mendorong investasi melalui Satgas debottlenecking. Satgas ini bertugas mengidentifikasi dan menghapus hambatan yang selama ini menghalangi masuknya investasi ke dalam negeri.

Penguatan Sektor Manufaktur
Selain investasi, koordinasi antar kementerian diperkuat untuk mendorong pertumbuhan sektor manufaktur. Melalui komunikasi intensif dengan Kementerian Perindustrian, pemerintah berencana memberikan berbagai insentif agar pembiayaan negara tepat sasaran dan mampu menggerakkan roda ekonomi di tingkat masyarakat.

Meski kondisi ekonomi global masih penuh tantangan, pemerintah optimis ketahanan fiskal Indonesia saat ini dalam kondisi prima. Sinergi antara kebijakan makroekonomi dan penguatan sektor riil diharapkan dapat memastikan ekonomi tetap tumbuh stabil dan memberikan pengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X