BNPB dan Kemenhut Perkuat Penanganan Karhutla Banjarbaru

23 September 2026 21:45

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung posko tanggap darurat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu 23 September 2026.

Peninjauan ini difokuskan pada penguatan strategi pemadaman, mengingat BMKG memperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar 50 hari sebelum intensitas hujan di wilayah Kalimantan Selatan kembali normal.

Dalam masa kritis tersebut, pemerintah menjadikan penguatan pasukan darat sebagai prioritas utama. Seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA), akan dilibatkan secara masif guna mempercepat proses pemadaman dan mencegah area kebakaran meluas.
 



Selain operasi darat, dukungan udara juga terus dioptimalkan. Saat ini, enam helikopter water bombing telah beroperasi penuh di langit Kalimantan Selatan, didukung oleh dua armada pesawat tambahan yang ditugaskan khusus untuk patroli udara dan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Di sela-sela evaluasi taktis tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni secara khusus menyoroti pentingnya integrasi data. Ia menemukan masih adanya perbedaan data sebaran titik panasantar-instansi yang terlibat di lapangan.

Menurutnya, keakuratan data sangat menentukan efisiensi pengerahan personel di lapangan. Jika pemetaan dilakukan dengan presisi, distribusi pasukan dapat difokuskan pada area yang paling rawan.

"Misalnya, jika titik api terbanyak ada di Kabupaten Banjar, Banjarbaru, atau Barito Kuala, maka pengerahan personel dapat disesuaikan dengan tantangan spesifik di wilayah tersebut. Mudah-mudahan dengan pertemuan tadi, kita sepakat untuk mengintegrasikan data sehingga laporannya menjadi tunggal," kata Raja Juli dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, Rabu 23 September 2026..

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X