Longsor Tambang Nikel di Konawe Utara Menewaskan 4 Pekerja

24 September 2026 23:45

Longsor terjadi di area pertambangan nikel PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Empat pekerja tambang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun material bijih nikel (ore), sementara dua rekan lainnya berhasil selamat dari maut.

Peristiwa mematikan ini bermula ketika keenam pekerja tengah melakukan aktivitas penggalian ore menggunakan ekskavator di Blok A, Desa Lameru, Kecamatan Langgikima, pada Selasa 22 September 2026 sore.

Saat longsoran pertama terjadi, para pekerja sempat menyelamatkan diri. Namun, ketika mereka hendak bergegas meninggalkan area tambang, longsor susulan datang secara tiba-tiba dan langsung menimbun empat orang pekerja yang posisinya tidak menguntungkan.
 



Dedi, salah satu saksi mata di lokasi kejadian, menuturkan bahwa bencana tersebut terjadi sangat cepat menjelang malam hari.

"Kejadiannya tiba-tiba menjelang waktu Isya, material jatuh seketika. Yoga dan Brian (korban) masih ada di tempat itu, merekalah yang tertimbun bersama Tajan. Tapi yang selamat cuma Tajan karena dia masih sempat keluar dan bisa bernapas. Korban yang lain sudah tidak tertolong karena tertimbun penuh," ungkap Dedi dikutip dari Primetime News, Metro TV, Kamis 24 September 2026. 

Proses evakuasi para korban berlangsung dramatis dan memakan waktu hingga 11 jam. Lamanya evakuasi disebabkan oleh posisi beberapa jenazah yang terjepit di dalam ruang kemudi ekskavator.

Setelah berhasil diangkat, tiga jenazah pekerja langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing. Sementara itu, satu jenazah lainnya dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Kendari guna keperluan visum.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X