24 September 2026 21:35
Rentetan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang berulang kali menghantam pusat pemerintahan Kabupaten Solok di Arosuka memicu evaluasi struktural berskala besar. Bupati Solok, Jon Firman Pandu, tengah menyusun skema relokasi kawasan terpadu sebagai langkah mitigasi bencana jangka panjang.
Dorongan untuk merelokasi kawasan ini semakin menguat usai Jon Firman meninjau langsung area terdampak bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
Bupati memaparkan bahwa secara topografi, Arosuka yang menjadi pusat pemerintahan sejak 2003 berada di dataran tinggi yang berbatasan langsung dengan perbukitan lereng Gunung Talang. Kondisi ini membuat kontur tanah di wilayah tersebut sangat rawan mengalami pergeseran.
"Berdasarkan analisis para ahli dan BNPB, situasi daerah ini memang sangat rawan. Sebelumnya, kejadian serupa yang juga cukup dahsyat pernah terjadi sekitar tahun 1985. Oleh karena itu, hari ini kita mematangkan skema relokasi atau mitigasi komprehensif lainnya," ucap Jon Firman, dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, Kamis 24 September 2026.