Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengkaji pembangunan ulang Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Revitalisasi ini dilakukan karena JPO Sarinah dinilai masih dibutuhkan sekaligus memiliki nilai historis sebagai JPO pertama yang dibangun di Indonesia.
Pantauan di lokasi menunjukkan struktur lama JPO Sarinah masih membentang di atas Jalan MH Thamrin. Rangka besi jembatan tampak terbuka di sejumlah bagian dan sebagian tertutup banner, menandakan tahapan awal persiapan pembangunan ulang tengah berlangsung. Di bawahnya, arus lalu lintas kendaraan tetap padat, sementara aktivitas pejalan kaki di sekitar pusat perbelanjaan Sarinah berjalan normal.
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta menilai keberadaan JPO Sarinah masih relevan sebagai alternatif penyeberangan yang aman, khususnya bagi penyandang disabilitas. Kawasan Sarinah merupakan salah satu titik dengan mobilitas tinggi, baik kendaraan maupun pejalan kaki, sehingga kebutuhan fasilitas penyeberangan dinilai tetap diperlukan.
“Jadi, JPO Sarinah dalam kajian. Ini memang diperlukan terutama untuk difabel. Itu salah satu alasan, kemudian kenapa diadakan.” Ungkap Gubernur Jakarta Pramono Anung, pada Jumat, 9 Januari 2026, dikutip dari Antara News.
Tuai pro dan kontra
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memahami adanya pro dan kontra di masyarakat terkait rencana pengaktifan kembali JPO Sarinah. Sebagian kelompok pejalan kaki menginginkan penyeberangan tetap dilakukan di permukaan jalan melalui pelican crossing. Namun, Pemprov memastikan seluruh fasilitas penyeberangan tetap tersedia sebagai pilihan bagi masyarakat.
Selain aspek keselamatan, pembangunan ulang JPO Sarinah juga didorong oleh nilai sejarah yang melekat pada infrastruktur tersebut. Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza menegaskan, JPO Sarinah bukan sekadar sarana penyeberangan, tetapi bagian penting dari sejarah transportasi dan tata kota Jakarta.
“Seperti yang sebelumnya disampaikan Bapak Gubernur Pramono Anung, revitalisasi JPO Sarinah merupakan langkah nyata Pemprov DKI dalam menghadirkan pilihan aksesibilitas yang inklusif. JPO Sarinah ini adalah JPO pertama di Indonesia,” kata Welfizon dalam keterangan resminya.
Dalam rencana revitalisasi, JPO Sarinah akan dilengkapi fasilitas lift untuk mendukung akses bagi difabel, lansia, dan ibu hamil. Pelican crossing di kawasan Sarinah dipastikan tetap berfungsi normal dan menjadi opsi penyeberangan di permukaan jalan.
JPO Sarinah merupakan jembatan penyeberangan orang pertama yang dibangun di Jakarta dan menjadi ikon kawasan Sarinah sejak era awal pembangunan ibu kota. Keberadaannya selama puluhan tahun menjadi bagian dari wajah Jalan MH Thamrin.
Pada 2022, JPO Sarinah dibongkar dengan alasan penataan kota dan pertimbangan estetika agar pandangan ke arah Patung Selamat Datang serta bangunan bersejarah di sekitarnya tidak terhalang. Sebagai gantinya, Pemprov DKI menerapkan pelican crossing yang dinilai lebih ramah bagi difabel, lansia, dan ibu hamil.
Kini, Pemprov DKI Jakarta kembali mengkaji pembangunan JPO Sarinah dengan pendekatan yang menggabungkan aspek sejarah, aksesibilitas, dan keselamatan, agar kawasan pusat kota tetap inklusif bagi seluruh pengguna jalan.