21 August 2026 15:03
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyiapkan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi dengan estimasi mencapai Rp610 miliar. Anggaran ini disiapkan secara khusus guna memperbaiki berbagai kerusakan infrastruktur akibat bencana gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah ini diambil agar proses pemulihan wilayah terdampak dapat berjalan cepat dan menyeluruh, dengan fokus utama pada perbaikan infrastruktur publik serta pembangunan kembali perumahan masyarakat yang rusak.
Selain itu, Kementerian PU juga telah mengalokasikan dana tanggap darurat awal sebesar Rp100 miliar. Anggaran ini dihimpun langsung dari uang kas internal sejumlah direktorat jenderal terkait di Kementerian PU, yaitu Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta Karya, dan Ditjen Sumber Daya Air.
Menteri PU, Doddy Hanggodo, menjelaskan bahwa langkah menggunakan kas internal kementerian ini terpaksa ditempuh demi mempercepat penanganan di lapangan tanpa harus menunggu skema penganggaran bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Kalau tanggap darurat itu anggarannya sebenarnya ada di BNPB, tapi BNPB juga lagi kesulitan. Jadi sementara waktu, karena mesti kerja cepat, saya ambil dari uang kas saya sendiri," ujar Doddy dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat 21 Agustus 2026.
Sebelumnya, Dody telah meminta pemerintah daerah (pemda) segera menyampaikan data sementara mengenai seluruh titik kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Data tersebut dibutuhkan untuk mempercepat penanganan infrastruktur dan memastikan seluruh ruas Jalan Trans Flores dapat kembali berfungsi sehingga mobilitas masyarakat tidak terganggu.