Ketegangan Timur Tengah Tekan Laju IHSG

28 September 2026 11:13

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali awal pekan ini dengan fase koreksi mengikuti tekanan yang melanda sejumlah pasar modal di kawasan regional Asia. Pelemahan ini utamanya dipicu oleh kekhawatiran global atas eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya di kawasan strategis Selat Hormuz.

Berdasarkan data perdagangan pada Senin, 28 September 2026 pagi, IHSG terpantau melemah 0,86 persen atau turun 51 basis poin ke level 6.188,8. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp3,9 triliun.

Berdasarkan laporan jurnalis Metro TV, Insan Suardi, pengamat pasar modal Wahyu Laksono memaparkan bahwa tekanan koreksi harian ini sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal yang memicu masifnya aksi jual dari pasar modal Indonesia. Kondisi geopolitik Timur Tengah yang dinamis serta penolakan pemerintah Amerika Serikat terhadap draf kesepakatan dari Iran turut memperkeruh ketidakpastian pasar.
 



Faktor pemberat lainnya datang dari tingginya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat yang saat ini menyentuh level 5,205 persen.

Arus keluar modal asing tersebut memberikan hantaman ganda terhadap pasar keuangan dalam negeri, termasuk menekan posisi nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda pagi ini terpantau merosot 0,43 persen ke level Rp17.956 per dolar Amerika Serikat.

Tekanan sentimen eksternal tersebut juga meruntuhkan indeks bursa utama Asia. KOSPI dan Nikkei 225 kompak melemah 0,19 persen, sementara indeks Shanghai anjlok cukup dalam hingga 1,81 persen.

Kekhawatiran terhadap terganggunya rantai pasok di jalur perdagangan strategis dunia turut memicu lonjakan harga komoditas energi. Minyak mentah jenis Brent menguat 0,91 persen dan WTI naik 0,90 persen, membawa harga kedua acuan komoditas tersebut semakin mendekati level 100 dolar Amerika Serikat per barel.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X