Ilustrasi. Foto: Dok MI
Senin Pagi, IHSG Dibuka Turun ke 6.209
Eko Nordiansyah • 28 September 2026 09:26
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami pelemahan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin, 28 September 2026, IHSG berada di zona merah sebesar 6.209,746.
IHSG dibuka melemah 32,14 poin atau 0,51 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 4,17 poin atau 0,67 persen ke posisi 616,94.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG melemah sebanyak 55,730 poin setara 0,89 persen ke level 6.279,780. IHSG berada di level tertinggi 6.227 dan terendah di 6.179.
Sebanyak 184 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 459 saham emiten lainnya melemah, dan 118 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp1,535 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 7,915 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp10.850,679 triliun.
Baca Juga :
Rupiah Dibuka ke Rp17.954/USD
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
IHSG diperkirakan masih dalam tekanan
Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu, 25 September 2026, IHSG ditutup melemah 56,72 poin atau0,90 persen ke level 6.241,89. Pelemahan terjadi karena investor masih berhati-hati terhadap kondisi global.Kenaikan yield Treasury AS dan penguatan dolar AS mendorong investor mengurangi aset berisiko di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Tekanan semakin kuat karena rupiah melemah dan ketidakpastian terkait hubungan dagang AS–Tiongkok serta konflik Timur Tengah masih berlanjut.
Dari dalam negeri, investor juga mencermati penerapan perubahan batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 yang mulai berlaku pada 28 September 2026.
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, tercermin dari Dow Jones menguat 0,93 persen, S&P 500 meningkat 0,51 persen, dan Nasdaq naik 0,48 persen. Penguatan terutama didorong oleh penurunan harga minyak, yang meredakan kekhawatiran terhadap inflasi dan membuat yield Treasury 10 tahun sedikit turun.
Sentimen positif juga datang dari saham teknologi dan AI, terutama setelah kabar kesepakatan antara Akamai dan Anthropic yang meningkatkan optimisme terhadap perkembangan industri AI.
Selain itu, harapan adanya kemajuan pembicaraan AS–Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz serta berlanjutnya gencatan perdagangan AS–Tiongkoko turut meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam tekanan dengan kecenderungan bearish, seiring investor terus mencermati perkembangan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak, penerapan batas minimum Rp1 saham domestik, serta nilai tukar rupiah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.