Ilustrasi. Foto: Dok MI
Rupiah Dibuka ke Rp17.954/USD
Eko Nordiansyah • 28 September 2026 09:13
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan di pagi ini mengalami pelemahan. Rupiah tertekan ketidakpastian geopolitik global hingga kebijakan suku bunga The Fed.
Mengutip data Bloomberg, Senin, 28 September 2026, rupih berada di level Rp17.954 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 51 poin atau setara 0,28 persen dari Rp17.903 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.912 per USD. Rupiah bergerak melemah dari Rp17.890 per USD pada pembukaan perdagangan akhir pekan lalu.

(Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Eko Nordiansyah)
Rupiah fluktuatif cenderung melemah
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah. Mata uang rupiah diproyeksi melemah di rentang Rp17.900-Rp17.950 per USD.Ibrahim menilai rupiah masih menghadapi sejumlah faktor yang dapat memberikan tekanan. Menurutnya faktor utama yang menjadi perhatian pasar, diantaranya perkembangan geopolitik global hingga kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).
"Para pejabat Federal Reserve juga membuka peluang bagi kenaikan suku bunga lanjutan, Presiden The Fed wilayah New York John Williams menyatakan, wajar jika kita melihat adanya kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun," kata dia.
Selain itu, perkembangan konflik AS dan Iran juga masih menjadi perhatian pasar. Perundingan antara AS dan Iran tengah mengupayakan penyelesaian konflik secara bertahap, salah satunya melalui opsi pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Perkembangan tersebut berpotensi mempengaruhi sentimen pasar global, terutama melalui pergerakan harga minyak dan ekspektasi inflasi. Kondisi itu turut menjadi faktor yang diperhatikan investor dalam menentukan arah mata uang emerging market, termasuk rupiah," ujarnya.