PR Besar Suyudi Ario Seto di Pucuk Pimpinan Polri-Beranda Nasional

Misbahol Munir • 3 October 2026 10:15

Jakarta: Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini memimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026. Salah satu agenda yang dibawa Suyudi adalah penguatan pelayanan kepada masyarakat melalui doktrin kepemimpinan 'Polisi Bersama Masyarakat'.

Doktrin tersebut disampaikan Suyudi dalam uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR. Ia menyatakan akan melanjutkan program dan kebijakan positif dari kepemimpinan sebelumnya, sekaligus memberikan perhatian pada pelayanan masyarakat dan penanganan laporan.

Pergantian pucuk pimpinan ini menempatkan Suyudi sebagai penerus Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memimpin Polri sejak 2021. Sebelum ditunjuk sebagai Kapolri, Suyudi terlebih dahulu memperoleh pengalaman di berbagai fungsi kepolisian, termasuk reserse, kepemimpinan kewilayahan, dan pemberantasan narkotika. Lulusan Akademi Kepolisian 1994 itu memulai penugasannya di lingkungan Polda Metro Jaya, termasuk di Resmob dan Jatanras. Ia kemudian menduduki sejumlah jabatan, seperti Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Pada 2019, Suyudi dipercaya sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Posisi tersebut membawanya menangani sejumlah perkara yang menjadi perhatian publik, termasuk kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dan kematian mahasiswa Universitas Indonesia Akseyna Ahad Dori. Selanjutnya, Suyudi ditunjuk sebagai Wakapolda Metro Jaya pada 2023 dan Kapolda Banten pada 2024. Salah satu perkara yang mendapat perhatian saat ia memimpin Polda Banten adalah penembakan bos rental mobil di Tangerang pada Januari 2025.

Dalam kasus tersebut, muncul persoalan terkait penerimaan laporan oleh anggota kepolisian. Suyudi kemudian memutasi Kapolsek Cinangka AKP Asep Iwan beserta dua anggota lainnya. Setelah sekitar setahun memimpin Polda Banten, Suyudi mendapat penugasan baru sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Agustus 2025. Pangkatnya kemudian dinaikkan dari Irjen menjadi Komjen pada September 2025. Selama memimpin BNN, Suyudi menangani sejumlah perkara pemberantasan narkotika, termasuk pengungkapan penyelundupan dua ton sabu. Pengungkapan tersebut melibatkan kerja sama BNN dengan Kepolisian Kamboja dalam menangkap Dewi Astutik alias PA, buronan Interpol, di Sihanoukville pada Desember 2025.  (Titik Nurmalasari)

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X