Empat Bulan Tak Bisa Bekerja, Ratusan Pekerja Club de Arjuna Gelar Aksi di Balai Kota DKI Jakarta

10 October 2026 14:32

Sambil membawa peralatan dapur seperti panci, wajan, hingga spatula, ratusan pekerja Club de Arjuna menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta. Dalam aksi yang didominasi oleh pekerja perempuan tersebut, mereka meminta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun tangan untuk membantu menyelesaikan masalah yang membuat mereka tidak dapat bekerja.

Suara denting peralatan dapur menjadi simbol perjuangan para pekerja untuk kembali bekerja demi menghidupi keluarga. Selama hampir empat bulan, para pekerja mengaku tidak bisa memasuki tempat kerja mereka di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, karena akses masuk ditutup tembok oleh organisasi kemasyarakatan (ormas).

Para pekerja berharap Pemerintah Daerah DKI Jakarta dapat menemukan solusi agar akses ke tempat kerja kembali dibuka tanpa menghentikan proses hukum sengketa lahan yang sedang berjalan di pengadilan.
 



Koordinator aksi, Venny Tresia menegaskan bahwa karyawan tidak mungkin menunggu penyelesaian sengketa lahan di pengadilan yang bisa memakan waktu hingga bertahun-tahun, mengingat mereka membutuhkan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Jadi karyawan tidak bisa bekerja kalau harus menunggu proses hukum di pengadilan itu bertahun-tahun, sedangkan karyawan butuh makan. Tempat kerjanya ditembok sama ormas, tapi Satpol PP sampai hari ini enggak berani rubuhin tembok itu," ujar Venny dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Venny pun mengapresiasi karena pihak kepolisian membantu dan mendengar aspirasi mereka.

"Kami juga apresiasi karena pada saat yang terakhir kepolisian mendengarkan dan membantu kami. Kami sangat berterima kasih kepada kepolisian yang telah mengusir keluar ormas dari tempat," tambahnya.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X