10 October 2026 01:16
Brussels: Sekitar 30 ribu orang memadati jalanan ibu kota Brussels, Belgia, Jumat, 9 Oktober 2026, untuk memprotes kebijakan pengetatan anggaran (austerity) yang ditempuh Perdana Menteri Bart De Wever. Aksi yang diinisiasi koalisi serikat pekerja utama dan diikuti ribuan mahasiswa tersebut sempat diwarnai kericuhan di sekitar stasiun pusat.
Dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Jumat 8 Oktober 2026, massa yang marah terekam menjungkirbalikkan tempat sampah hingga membakar sejumlah fasilitas di ruas jalan. Merespons situasi tersebut, aparat kepolisian antihuru-hara dikerahkan ke lokasi untuk memukul mundur massa dan mengerahkan unit water cannon guna memadamkan kobaran api.
Gelombang penolakan ini dipicu oleh kebijakan penghematan ekonomi pemerintahan De Wever yang dinilai memangkas anggaran layanan publik dan memberatkan kondisi sosial masyarakat pekerja.
Imbas demonstrasi besar-besaran ini, arus lalu lintas dan jaringan transportasi publik di pusat kota Brussels lumpuh total selama berjam-jam. Otoritas kepolisian setempat mengonfirmasi jumlah peserta aksi mencapai sekitar 30 ribu orang.
Meski terjadi kerusuhan di beberapa titik, pihak kepolisian menegaskan kelompok perusuh bukanlah bagian dari rombongan demonstran serikat buruh yang sedari awal menggelar aksi secara damai.