Satu Dekade di Indonesia, Big Bad Wolf Hadirkan Buku Bertanda Tangan Penulis dan Edisi Terbatas

9 October 2026 18:48

Big Bad Wolf Books Indonesia kembali hadir menyapa para pecinta buku sekaligus merayakan satu dekade perjalanannya di Indonesia. Memasuki tahun ke-10, Big Bad Wolf untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan Goldsboro Books, toko independen buku asal Inggris, yang menghadirkan koleksi buku edisi khusus bagi para pembaca dan kolektor di Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, Big Bad Wolf akan menghadirkan pilihan buku dari Goldsboro Books, mulai dari edisi pertama bertanda tangan penulis hingga edisi terbatas. Koleksi tersebut memberikan pilihan bagi pembaca yang ingin memiliki buku dengan keistimewaan dan nilai koleksi tersendiri.

Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia Marthius Wandi Budianto, mengatakan, kolaborasi dengan Goldsboro Books menjadi salah satu bentuk perayaan 10 tahun Big Bad Wolf, di Indonesia.
 



Ia menyebut kehadiran edisi bertanda tangan penulis memberikan kesempatan bagi pembaca Indonesia untuk memiliki buku dengan nilai personal sebagai koleksi. Dirinya menegaskan BBW tidak hanya ingin membuat buku semakin mudah diakses oleh masyarakat, BBW juga mendorong buku menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dengan memperluas minat baca, sekaligus mengenalkan budaya mengoleksi buku kepada masyarakat.

"Jadi kami senang juga bisa memberikan kesempatan bahwa teman-teman di Indonesia ini bisa punya akses untuk membeli buku yang langsung ditandatangani oleh penulisnya dan juga masih signed exclusive first edition. Jadi enggak mungkin teman-teman tuh menemukan buku-buku yang diprint dalam bentuk dan juga yang tanda tangan seperti ini," kata Martius, dalam program Metro Siang Metro TV, Jumat, 9 Oktober 2026.

Sementara itu, Co-founder sekaligus Managing Director Goldsboro Books, David Headley, mengatakan kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya mengoleksi buku kepada pembaca di Indonesia. Ia berharap kehadiran koleksi edisi khusus dari Goldsboro Books dapat mendorong lebih banyak orang untuk mulai membaca dan membangun koleksi buku mereka sendiri.

David menjelaskan edisi terbatas memberikan pengalaman berbeda, karena tersedia dalam jumlah tertentu dan memiliki karakter khusus. Ia juga menilai kegiatan mengoleksi buku tidak harus menjadi aktivitas eksklusif bagi kalangan tertentu karena siapa pun dapat memulainya dengan memiliki satu buku dan membangun koleksi secara bertahap.


(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X