Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa Sekolah Rakyat Jember

24 October 2026 12:30

Jember: Polres Jember, Jawa Timur, memeriksa lima saksi untuk mendalami dugaan penganiayaan terhadap tiga siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember yang diduga melibatkan mahasiswa magang Universitas Pertahanan (Unhan). Hingga kini, penyidik belum meminta keterangan dari pihak terlapor.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jember Ipda Alfan Febrianto mengatakan lima orang yang telah dimintai keterangan terdiri dari korban, orang tua, dan perwakilan pihak sekolah.

“Untuk saat ini dari saksi maupun saksi korban yang telah kita minta keterangan ada lima orang. Dan saat ini masih kita dalami terkait dengan kejadian penganiayaan yang di Sekolah Rakyat,” kata Alfan dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 24 Oktober 2026. 

Ia menjelaskan, penyidik masih berfokus mendalami keterangan pelapor dan saksi yang mengetahui kejadian tersebut sebelum memeriksa terlapor.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan akan mendalami dugaan kekerasan tersebut dan berkoordinasi dengan Universitas Pertahanan apabila peristiwa itu terbukti terjadi.

“Jadi, saya ingin mengetahui lebih lanjut, dan nanti kita akan mengambil langkah-langkah bersama dengan Universitas Pertahanan jika itu memang benar terjadi. Yang kedua, tentu kalau itu benar terjadi, kita menyesalkan. Padahal tujuannya selama ini adalah kita ingin memperkuat pendampingan dan penguatan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat,” ujar Saifullah.

Menurutnya, secara umum program pendampingan yang melibatkan sekitar 1.500 mahasiswa dan pengasuh Universitas Pertahanan telah berjalan baik selama dua pekan terakhir.

Dugaan penganiayaan itu mencuat setelah seorang wali murid melaporkan peristiwa yang diduga terjadi pada Minggu, 18 Oktober. Tiga siswa disebut diduga menjadi korban setelah salah satu siswa kedapatan merokok.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X