NEWSTICKER

Tag Result: penganiayaan

Wakil Ketua DPRD Depok Aniaya Sopir Truk Terancam Sanksi Partai

Wakil Ketua DPRD Depok Aniaya Sopir Truk Terancam Sanksi Partai

Headline News • 4 days ago penganiayaan

Sopir Truk, Ahmad Misbah yang diinjak Ketua DPRD, Tajudin Tabri akhirnya mencabut laporan. Misbah datang ke Polres Metro Depok bersama Tajudin dan sepakat berdamai. Ketua DPD Golkar Depok, Farabi El Fouz menunggu hasil Timsus Investigasi dari internal partai. Setelah hasil investigasi didapat baru akan memberikan sanksi kepada Tajudin Tabri.

Farabi menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan dan nantinya akan diproses sesuai AD/ART partai. DPD Golkar Depok mengaku sudah mendapat informasi tentang perdamaian antara Tajudin Tabri dan pihak korban. Perdamaian kedua belah pihak tersebut juga menjadi pertimbangan bagi Timsus Partai Golkar.

Penganiaya Pengemudi Ojol di SPBU Tewas Dikeroyok

Penganiaya Pengemudi Ojol di SPBU Tewas Dikeroyok

Metro Hari Ini • 4 days ago penganiayaan

Pelaku terduga penganiayaan terhadap seorang pengemudi ojek online di Semarang, Jawa Tengah, meninggal. Korban meninggal diduga akibat dianiaya rekan pengemudi ojol yang tidak terima rekannya dikeroyok saat antre di SPBU. 

Polrestabes Semarang telah menahan lima orang akibat aksi main hakim sendiri dengan dua diantaranya diduga sebagai pelaku penganiayaan. Korban sempat dibawa ke Polsek Pedurungan dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis namun meninggal dunia di rumah sakit.

Sebelumnya viral di media sosial penganiayaan yang menimpa seorang driver ojol berinisial HPS di SPBU Majapahit Kota Semarang, Sabtu (24/9/2022). Penganiayaan tersebut dilakukan sejumlah orang salah satunya oleh korban meninggal dunia karena kesal dengan HPS yang tidak juga beranjak maju saat antre di SPBU.

Akibatnya HPS mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan. Kini dua kasus penganiayaan tersebut sedang ditangani oleh Polrestabes Semarang.

Seorang Tentara Aniaya Warga Lantaran Cemburu

Seorang Tentara Aniaya Warga Lantaran Cemburu

Metro Hari Ini • 8 days ago penganiayaan

Metrotvnews.com: Sersan Mayor AB, anggota Kodim 1402 Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ketahuan menganiaya AM, 40. Akibatnya, fatal. AM harus mendapat 46 jahitan di bagian kepala.

AB gelap mata lalu menghajar AM karena cemburu. Kapolres Polman AKBP Agung Budi Leksono mengatakan, terbakar amarah setelah mendengar informasi korban mengganggu istrinya.

Dandim 1402 Polman Letkol CZI Masni Etha Yanuriandhi memastikan AB akan mendapat hukuman berat. Dia tak mau kasus ini menular kepada anggota TNI lainnya.

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Penganiayaan Oknum Ormas vs Kontraktor

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Penganiayaan Oknum Ormas vs Kontraktor

Headline News • 9 days ago penganiayaan

Polres Pekalongan Kota menetapkan dua tersangka anggota ormas yang melakukan penganiayaan kepada seorang warga bernama Maulana, di Lapangan Mataram, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Kedua pelaku yaitu, Dharmawan Oktaviani yang merupakan warga Pekalongan Utara dan diketahui sebagai tersangka utama, sedangkan Taufik warga Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan merupakan tersangka lain yang menendang korban dari belakang.

Kapolres Pekalongan Kota saat konferensi pers mengungkapkan motif pelaku adalah merasa tersinggung dengan ucapan korban yang dianggap menentang hingga berujung penganiayaan.

Polisi menjerat keduanya dengan pasal berlapis yakni pasal 170 dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Keluarga Korban Penganiayaan Siswa di ICMBS Sidoarjo Minta Polisi Periksa Pihak Sekolah

Keluarga Korban Penganiayaan Siswa di ICMBS Sidoarjo Minta Polisi Periksa Pihak Sekolah

Top News • 9 days ago penganiayaan

Keluarga korban penganiayaan oleh sesama siswa di Sekolah Insan Cendekia Mandiri Sidoarjo, Jawa timur Sidoarjo, Jawa Timur meminta polisi mengusut tuntas kasus meninggalnya Fauzan keluarga menilai pihak sekolah tidak jujur dalam menyampaikan penyebab meninggalnya anggota keluarga mereka. 

Meski polisi telah menetapkan tiga siswa sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya Fauzan siswa Sekolah Insan Cendekia Mandiri Sidoarjo, Jawa timur namun pihak keluarga korban tetap meminta polisi mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan hingga menyebabkan Fauzan meninggal dunia.

Ibu Korban Hetti Hamid berharap, pelaku dihukum seberat-beratnya agar keadilan dapat dirasakan oleh pihak keluarga. Hetti juga berharap polisi bisa memeriksa pihak sekolah, karena dinilai telah memberikan keterangan yang berubah-ubah dan memberikan informasi yang tidak jujur.

Untuk penyelesaian kasusnya, kini keluarga korban melakukan upaya hukum dengan meminta sejumlah lembaga bantuan hukum seperti PPHI Makassar untuk mendampingi keluarga mendapatkan keadilan.

Remaja Penganiaya Ibu Kandung di Bengkulu akan Dites Kejiwaan

Remaja Penganiaya Ibu Kandung di Bengkulu akan Dites Kejiwaan

Metro Siang • 13 days ago penganiayaan

Polisi akan memeriksa kejiwaan VA (19) yang memukul ibu kandungnya Y (43) di Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Tersangka sempat mengaku dalam kondisi emosi saat melakukan pemukulan yang membuat kepala ibunya harus mendapat 40 jahitan. 

VA marah dan sakit hati lantaran Y kerap menjelekkan nama mantan suaminya (ayah pelaku) dan melakukan tindak kekerasan kepada ayah pelaku semasa pelaku masih kecil. 

Pemeriksaan kejiwaan akan dilakukan oleh Polsek Kampung Melayu sebelum merampungkan berkas perkara. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan VA tidak dalam kondisi tertekan hingga tega melancarkan aksinya. Kepala Polsek Kampung Melayu AKP Surya Purnama, mengatakan dari hasil pemneriksaan pelaku tidak dalam pengaruh narkoba dan minuman keras. 

Sementara untuk prarekonstruksi, polisi masih menunggu kondisi kesehatan korban yang hingga kini belum bisa dimintai keterangan secara mendalam. Pelaku dijerat pasal 44 ayat 1 tahun 2004 tentang tindak kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman tujuh tahun penjara. 

Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Ponpes Gontor Datang ke Polres Ponorogo

Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Ponpes Gontor Datang ke Polres Ponorogo

Metro Hari Ini • 15 days ago penganiayaan

Kuasa Hukum Keluarga Albar Mahdi, Santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, yang meninggal dunia setelah dianiaya seniornya, mendatangi Polres Ponorogo, Jawa Timur untuk berkoordinasi terkait dugaan kasus rekayasa surat kematian korban.

Setibanya di Polres Ponorogo, Kuasa Hukum Keluarga Albar Mahdi Titis Rachmawati bersama tim hukum lainnya, langsung menuju ruang Satuan Reserse Kriminal. Kedatangan ini untuk menyelesaikan berkas perkara penganiayaan yang menimpa Almarhum Albar Mahdi.

Tim kuasa hukum juga berkoordinasi dengan penyidik Satreskrim, mengenai dugaan pemalsuan surat kematian yang dikeluarkan pihak Rumah Sakit Gontor.

Tak Mampu Bayar Ongkos, Seorang Pemuda Bacok Sopir Taksi Online

Tak Mampu Bayar Ongkos, Seorang Pemuda Bacok Sopir Taksi Online

Metro Hari Ini • 15 days ago penganiayaan

Metrotvnews.com - Seorang penumpang di Jakarta Utara membacok sopir taksi online lantaran tidak bisa membayar ongkos, Rabu, (14/9/2022) malam.

Seorang sopir taksi online mengalami luka berat di bagian kepala, lengan, dan punggung akibat sabetan benda tajam yang dilakukan oleh penumpang lantaran tidak mampu membayar ongkos kendaraan.

"Pelaku ini memesan taksi online dari arah Cinere menuju Stasiun Tanjung Priok. Namun di tengah perjalanan, pelaku meminta untuk memutar arah menuju Plumpang, lantaran tidak memiliki biaya untuk membayar, pelaku langsung menganiaya korban." ujar AKP Agung Putra. 

Pelaku berhasil ditangkap oleh warga setempat dan langsung membawanya ke Polsek Koja. Dari hasil pemeriksaan, pelaku dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan mendekam dipenjara Polsek Koja.

Dugaan Rekayasa Surat Kematian Albar Mahdi Diselediki

Dugaan Rekayasa Surat Kematian Albar Mahdi Diselediki

Metro Siang • 17 days ago penganiayaan

Metrotvnews.com: Dugaan rekayasa surat kematian Albar Mahdi, santri Ponpes Modern Darussalam, mulai diselidiki. Surat yang diterbitkan RS Gontor menyebutkan Albar Mahdi meninggal akibat kelelahan usai kegiatan Pramuka.

Selain perihal rekayasa surat kematian, kepolisian setempat pun akan mendalami niat manajemen Ponpes Gontor menunda pelaporan kematian Albar Mahdi. Tersiar dugaan ponpes sengaja menutupi kekerasan di dalam pondok.

Albar Mahdi dipastikan meninggal akibat penganiayaan. Kepolisian sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. "Tersangka masing-masing MFA, 18; dan IH, 17," kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo saat penetapan tersangka, Senin, 12 September 2022.

MFA, santri kelas VI yang sudah dikeluarkan dari Ponpes Gontor, dihadirkan saat konfrensi pers penetapan tersangka. Sedangkan IH tidak dihadirkan karena masih di bawah umur.

Menurut Catur, penetapan tersangka bersandar dari hasil olah tempat kejadian perkara. Keterangan puluhan saksi. Juga barang bukti, seperti becak, tongkat bambu, serta beberapa helai pakaian.

Catur menambahkan, motif pembunuhan karena tersangka kesal terhadap Albar Mahdi. Korban dituduh menjadi penyebab hilangnya sejumlah alat perkemahan. "Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara," tambah AKBP Catur Cahyono.

Pondok Pesantren Gontor Beri Beasiswa untuk Adik Albar Mahdi

Pondok Pesantren Gontor Beri Beasiswa untuk Adik Albar Mahdi

Metro Hari Ini • 19 days ago penganiayaan

Rombongan pimpinan Pondok Pesantren Modern Gontor memberikan beasiswa kepada dua adik dari Albar Mahdi, santri yang meninggal dunia akibat dianiaya oleh santri lainnya. 

Pada kegiatan takziyah di rumah almarhum Albar Mahdi pada Jumat (9/9/2022) malam, pihak Pondok Pesantren Modern Gontor menawarkan beasiswa kepada kedua adik dari Albar Mahdi.

"Karena kebetulan masih memiliki dua adik, kami sampaikan bahwa keduanya kalau memang ibu berkenan akan terima menjadi santri Gontor Insyaallah gratis sampai tamat," ujar Pimpinan Ponpes Modern Darusalam Gontor KH Amal Fathullah Zarkasy.

Meskipun demikian, Kuasa Hukum orang tua Albar Mahdi, Titis Rachmawati mengatakan, pertemuan Pimpinan Pondok Pesantren Modern Gontor dengan orang tua korban sebatas silaturahmi saja dan memastikan proses hukum tetap berlanjut.

Polisi Periksa Terduga Pelaku Kasus Penganiayaan Santri di Gontor

Polisi Periksa Terduga Pelaku Kasus Penganiayaan Santri di Gontor

Metro Hari Ini • 19 days ago penganiayaan

Perkembangan penyidikan kasus penganiaayaan santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor terus dilakukan, sampai saat ini polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku.

Menurut hasil autuopsi sementara, ditemukan adanya luka memar pada korban akibat kekerasan benda tumpul, akan tetapi sampai saat ini kepolisian belum bisa memastikan penyebab kematian dari almarhum Albar Mahdi.

"Hasil autopsi sementara, memang adanya memar pada korban akibat kekerasan benda tumpul untuk kepastiannya kita masih menunggu hasil, nantinya saksi ahli yang akan menyampaikan karena memang lebih berkompeten untuk mengungkapkan hasilnya," ujar Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahono Wibowo.

AKBP Catur Cahono Wibowo juga menambahkan, saat ini terduga pelaku sedang diberikan pendampingan oleh PPPA, Peksos, Bantuan dan pendampingan dari Psikiater. 

Keluarga Santri Korban Penganiayaan di Gontor Pastikan Proses Hukum Berlanjut

Keluarga Santri Korban Penganiayaan di Gontor Pastikan Proses Hukum Berlanjut

Top News • 20 days ago penganiayaan

Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor bertakziah dan bersilaturahmi ke kediaman Almarhum Albar Mahdi di Palembang, Sumatera Selatan pada Jumat (9/9/2022) malam. Meski demikian, pihak keluarga memastikan akan melanjutkan proses hukum kasus dugaan penganiayaan oleh santri senior yang menyebabkan Albar Mahdi meninggal dunia. 

Pada kesempatan ini Pimpinan Pondok Pesantren mengucapkan turut berbelasungkawa kepada orang tua Albar Mahdi, santri yang meninggal diduga akibat daniaya oleh santri seniornya di Pondok Pesantren Gontor.  

Sementara itu, Kuasa Hukum Keluarga Albar Mahdi, Titis Rachmati mengungkapkan kehadiran pimpinan ponpes untuk bersilaturahmi. Pihak keluarga Almarhum Albar Mahdi mengaku senang, atas kunjungan pimpinan pondok pesantren. Namun proses hukum akan terus berlanjut hingga kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan Albar Mahdi meninggal terungkap.   

Sebelumnya, kasus kematian Albar Mahdi, salah satu santri Gontor ini viral di media sosial, usai orang tua Almarhum Albar Mahdi bertemu Hotman Paris. 

Soimah melayangkan surat terbuka kepada pihak pimpinan pondok pesantren untuk bertemu dengan keluarga dan pelaku penganiayaan anaknya, namun tidak ada tanggapan dan kejelasan dari pihak pondok pesantren. Keluarga menilai, pihak pondok pesantren menutup-nutupi penyebab kematian Albar Mahdi.  

Saat jenazah diantar oleh utusan Pondok Pesantren Gontor ke pihak kelurga di Palembang, surat keterangan kematian dituliskan Albar Mahdi meninggal karena sakit. Namun setelah kain kafan dibuka, ditemukan banyak luka lebam ditubuh korban serta masih mengeluarkan darah dan diduga meninggal akibat penganiayaan.

Laku Brutal di Benteng Moral

Laku Brutal di Benteng Moral

Metro This Week • 20 days ago penganiayaan

Merasa dibohongi penyebab kematian anaknya di Pondok Modern Gontor, keluarga korban merasa kesal. Ironisnya, Kementerian Agama mengaku tidak bisa mengintervensi pesantren tersebut karena disebut sebagai lembaga independent. 

Putranya Tewas di Ponpes Gontor, Soimah Tuntut Keadilan

Putranya Tewas di Ponpes Gontor, Soimah Tuntut Keadilan

Primetime News • 21 days ago penganiayaan

Soimah menuntut keadilan atas tewasnya putranya akibat jadi korban kekerasan di lingkungan Ponpes Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Tuntutan diajukannya sebab pengelola ponpes mengabaikan permintaan penjelasan yang dia minta sebelumnya.

Di dalam surat terbuka yang ditujukan kepada pengelola ponpes tempat putranya disekolahkan, Soimah meminta agar dipertemukan dengan terduga pelaku dan pimpinan ponpes. Tetapi hingga lewat batas waktu tujuh hari yang ditetapkannya, permintaan tersebut tidak digubris dan Soimah meminta bantuan pengacara Hotman Paris Hutapea. 

"Sebenarnya saya tidak ingin kasusnya viral seperti ini. Saya hanya ingin difasilitasi bertemu pimpinan ponpes, pelaku serta keluarganya untuk meminta penjelasan kronologi penyebab anak saya meninggal," ujar Soimah di kediamannya di Sungai Selayur, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (9/9/2022).

Pemimpin Ponpes Gontor Meyakini Albar Mahdi Mati Syahid

Pemimpin Ponpes Gontor Meyakini Albar Mahdi Mati Syahid

Primetime News • 21 days ago penganiayaan

Metrotvnews.com: Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor berziarah ke makam Albar Mahdi di Palembang, Sumatera Selatan. Rombongan juga bersilahturahmi dengan keluarga santri yang tewas akibat dianiaya sejumlah santri senior usai kegiatan perkemahan.

"Kita yakin bahwa anak yang sedang belajar kemudian meninggal, sama dengan mati syahid." kata Kiai Haji Akrim Mariyat, pemimpin rombongan, di TPU Sei Selayur, Palembang, Jumat siang, 9 September 2022.

Akrim Mariyat menegaskan duka cita atas kejadian yang menimpa Albar Mahdi. Tapi Akrim Mariyat mengunci mulut perihal penyebab kematian Albar Mahdi yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama santri.

Polresta Yogyakarta Kantongi Identitas Penganiaya Mahasiswa UAD Asal Timor Leste

Polresta Yogyakarta Kantongi Identitas Penganiaya Mahasiswa UAD Asal Timor Leste

Metro Hari Ini • 21 days ago penganiayaan

Polresta Yogyakarta telah memiliki identitas pelaku penganiayaan yang menewaskan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) asal Timor Leste. Identitas terduga pelaku diketahui berasal dari saksi hingga rekaman kamera CCTV. Kasus penganiayaan ini menewaskan Mahasiswa UAD asal Timor Leste, Edilson Henrique Lopes.

Kasus Penganiayaan terhadap kelompok mahasiswa asal Timor Leste ini terjadi pada akhir Agustus 2022 di depan toko berjejaring di Jalan HOS Cokroaminoto, Yogyakarta, mengakibatkan tiga orang terluka dan satu orang meninggal dunia.

"Korban berjumlah emapat orang, tiga orang mengalami luka ringan dan satu orang meninggal dunia," ujar Kapolres Yogyakarta Kombes Pol Idham Mahdi.

Motif pada kasus penganiayaan terhadap mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan asal Timor Leste ini diduga berawal dari saling tatap di tempat perbelanjaan.
 
"Motif dari para pelaku menghabisi korbannya hingga meninggal dunia, jadi pada saat korban di tempat perbelanjaan, korban sempat berpapasan dengan kelompok pelaku yang berjumlah empat orang. Kemudian kelompok tersebut kembali ke tempat perbelajaan dan menyerang kelompok korban," jelas Kapolres Yogyakarta Kombes Pol Idham Mahdi.

Kapolres Yogyakarta, Kombes Pol Idham Mahdi juga menambahkan kasus penganiayaan berujung maut sudah masuk ke tahap penyelidikan. Sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap motif dari kasus penganiayaan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan asal Timor Leste.

Polisi Ungkap Hasil Autopsi Sementara Kasus Penganiayaan Santri di Gontor, Ada Luka Lebam di Dada

Polisi Ungkap Hasil Autopsi Sementara Kasus Penganiayaan Santri di Gontor, Ada Luka Lebam di Dada

Top News • 22 days ago penganiayaan

Polisi akhirnya mengungkap hasil autopsi sementara jenazah Albar Mahdi, Santri Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Dari hasil autopsi sementara ditemukan bekas luka memar di sekitar area dada korban yang diduga akibat pukulan benda tumpul.
 
Hal ini disampaikan Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo. Menurut Kapolres meski dari hasil autopsi sementara ditemukan bekas luka memar akibat pukulan benda tumpul di sekitar dada korban, pihaknya belum bisa memastikan apakah luka tersebut yang menjadi penyebab kematian korban. 
 
Namun dengan selesainya proses autopsi, Polres Ponorogo akan segera melakukan gelar perkara, termasuk memeriksa para terduga pelaku penganiayaan. Hingga saat ini dua orang pelaku tersebut masih berstatus terduga dan belum naik menjadi tersangka.

Sebelumnya Tim Forensik telah menyelesaikan proses autopsi jenazah Albar Mahdi, di TPU Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang. Selama autopsi, Tim Forensik gabungan dari Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang memeriksa secara menyeluruh tubuh jenazah Albar Mahdi.

Tim Forensik mengaku kesulitan mengambil sampel yang dibutuhkan, karena adanya pembusukan jenazah, karena korban sudah dimakamkan selama 15 hari.

Kesal Tak Dinafkahi Suami, Ibu di Lampung Utara Tega Aniaya Anak Kandungnya

Kesal Tak Dinafkahi Suami, Ibu di Lampung Utara Tega Aniaya Anak Kandungnya

Top News • 22 days ago penganiayaan

Viral sebuah video seorang ibu menyiksa bayinya lalu diunggah di akun media sosialnya. Pelaku mengaku tega menganiaya bayinya karena kesal kepada suami yang selingkuh.
    
Video berdurasi selama 43 detik ini memperlihat seorang ibu yang tega menyiksa anak kandungnya. Dari suara dalam rekaman video, sang ibu menyebutkan bahwa ayah jabang bayi selingkuh. 

Dari pemeriksaan Polres Lampung Utara, warga Lingkungan IV, Kelurahan Bukit Kemuning, Lampung Utara, itu menerangkan, sang suami tak pernah menafkahinya. 

Video tersebut dikirimkan ke suami berinisial SN, agar tersangka diberi nafkah. Polisi terus mendalami kasus ini untuk memastikan kemungkinan adanya motif lain.

Penyebab Kematian Santri AM Terungkap, Keluarga Sesalkan Dokter Ponpes Gontor

Penyebab Kematian Santri AM Terungkap, Keluarga Sesalkan Dokter Ponpes Gontor

Primetime News • 22 days ago penganiayaan

Luka lebam di bagian ada yang ditemukan tim forensik, diduga bekas hantaman benda tumpul penyebab tewasnya AM (17). Atas kesimpulan tersebut, keluarga korban menyesalkan dokter Ponpes Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, yang nyatakan bahwa penyebab kematian adalah sakit akibat kelelahan.

Demikian ungkap Titis Rachmawati, kuasa hukum keluarga AM, tentang hasil sementara otopsi terhadap jenazah AM. Otopsi terhadap jenazah yang telah 15 hari dimakamkan di Palembang, berlangsung tertutup dan disaksikan wakil keluarga korban.

"Yang pihak keluarga sesalkan justru dokter yang menangani pertama karena memberikan surat keterangan kematian dengan penyebab sakit," ujarnya, Kamis (8/9/2022). 

Ditambahkannya, bahwa keluarga AM berketetapan bahwa proses hukum harus berlanjut. Pelaku dan pengelola ponpes harus diminta pertanggungjawabannya atas tewasnya AM dalam kegiatan dalam lingkungan ponpes.

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo menyatakan bahwa proses hukum masih dalam tahap pengungkapan penyebab kematian santri AM. Bahwa ada perbuatan dari oknum dokter dan pengelola ponpes yang patut diduga sebagai menghalang-halangi kasus AM diungkap, akan ditangani secara terpisah.

Untuk itulah hasil otopsi akan dirangkai dengan keterangan para saksi, barang-barang bukti dan temuan dalam pra-rekontruksi. Hasil akhirnya akan menjadi dasar bagi penyidik menetapkan status tersangka.

"Sekarang kami fokus penyidikan untuk mengetahui apa yang mengakibatkan kematian AM," ujarnya. 

Autopsi Jenazah Santri Korban Penganiayaan di Ponpes Gontor Telah Selesai

Autopsi Jenazah Santri Korban Penganiayaan di Ponpes Gontor Telah Selesai

Primetime News • 22 days ago penganiayaan

Proses autopsi jenazah santri AM telah selesai dilakukan. Proses autopsi yang dilakukan di makam di Lampung dilakukan secara tertutup dan dihadiri wakil keluarga korban.

Mengingat jenazah telah dimakamkan 15 hari, ada banyak perubahan fisik yang terjadi secara alamiah. Meski demikian tim forensik mendapati luka lebam di bagian dada yang diduga bekas pukulan benda tumpul dan menjadi penyebab kematian.

AM adalah santri korban penganiayaan di Ponpes Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Tindak penganiayaan diduga dilakukan kakak kelasnya dalam acara perkemahan santri.
 

Polisi Tunggu Hasil Autopsi untuk Tetapkan Tersangka Penganiayaan Santri Gontor

Polisi Tunggu Hasil Autopsi untuk Tetapkan Tersangka Penganiayaan Santri Gontor

Metro Pagi Prime Time • 23 days ago penganiayaan

Polisi masih mendalami kasus penganiayaan yang menyebabkan seorang santri Ponpes Modern Darussalam Gontor meninggal dunia. Hingga kini polisi belum menetapkan tersangka terhadap dua orang terduga pelaku penganiayaan

Selain memeriksa 16 saksi polisi juga sudah melakukan olah TKP serta pra-rekronstruksi. Polisi masih menunggu hasil autopsi. Namun, Polisi telah mengamankan barang bukti yang berhubungan dengan peristiwa penganiayaan tersebut. 

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo mengatakan, pihaknya masih akan menunggu hasil autopsi yang rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (8/9/2022) siang di TPU Selayur, Palembang.

Ponpes Gontor Tutupi Sebab Kematian Santri, Pengamat: Pasti untuk Jaga Nama Baik

Ponpes Gontor Tutupi Sebab Kematian Santri, Pengamat: Pasti untuk Jaga Nama Baik

Top News • 23 days ago penganiayaan

Pengamat Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar mengatakan, pihak Ponpes Modern Gontor sempat menutupi kasus tewas santrinya yang dianiaya karena menjaga nama baik lembaga. Ia menyebut, pihak Ponpes akan membuka kebenaran ketika sudah diketahui publik.

"Kecendrungan tiap institusi atau lembaga didalamnya ada tindak pidana pasti ditutupi kecuali sudah diketahui oleh publik, maka intitusi/lembaga tersebut akan membuka yang sebenarnya," ujar Abdul. 

Abdul menyebut, kasus tewasnya santri ini bukan merupakan deli aduan melainkan delik umum karena diduga terdapat dua korban lainnya yang mengalami luka-luka akibat dianiaya di Ponpes ini. Ia menegaskan, penegak hukum seharusnya sudah dapat mengusut kasus ini. 

Wapres Soroti Kasus Santri Gontor yang Tewas Dianiaya

Wapres Soroti Kasus Santri Gontor yang Tewas Dianiaya

Metro Hari Ini • 23 days ago penganiayaan

Wakil Presiden K.H Ma'ruf Amin mengungkapkan perlunya perhatian khusus terkait dengan kasus kekerasan yang menewaskan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Pondok pesantren sejatinya tempat menempa akhlak bukan kekerasan.

"Kejadian ini kita harapkan tidak mendiskreditkan pesantren. Dahulu semua pesantren mendidik anak supaya berakhlak mulia," ujar K.H Ma'ruf Amin.

12 Saksi Diperiksa Kasus Penganiayaan Santri Ponpes Gontor

12 Saksi Diperiksa Kasus Penganiayaan Santri Ponpes Gontor

Metro Hari Ini • 23 days ago penganiayaan

Metrotvnews.com: Sebanyak 12 saksi diperiksa seputar dugaan kasus penganiayaan berujung kematian AM, santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. AM tewas diduga dikeroyok sejumlah senior.

"Saksi mengungkapkan ada kegiatan tindakan kekerasan dari para senior," kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo, Rabu, 7 September 2022.

Catur Cahyono mengatakan, sudah ada dua santri yang ditetapkan sebagai pelaku penganiayaan. Tapi statusnya belum tersangka. Menurut dia, ada sejumlah poin yang harus dilengkapi untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Catur Cahyono pun belum mau merinci motif penganiayaan terhadap AM. 

Ketum PBNU Prihatin dan Dukung Pembenahan Internal Gontor

Ketum PBNU Prihatin dan Dukung Pembenahan Internal Gontor

Headline News • 23 days ago penganiayaan

Metrotvnews.com: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Haji Yahya Cholil Staquf prihatin dengan dugaan kasus penganiayaan di Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Penganiayaan menyebabkan seorang santri meninggal.

"Memang tidak mudah mengelola belasan ribu santri di satu kompleks pesantren," kata Gus Yahya, demikian K.H. Yahya Cholil Staquf disapa, Rabu, 7 September 2022.

Gus Yahya berharap Ponpes Gontor menyelesaikan persoalan ini dengan baik. Dia menyarankan, manajemen Ponpes Gontor cepat berbenah. Seraya menguatkan sistem pengawasan santri.

Kondisi Korban Penganiayaan Balita di Blitar Mulai Membaik

Kondisi Korban Penganiayaan Balita di Blitar Mulai Membaik

Top News • 24 days ago penganiayaan

Usai mendapatkan perawatan intensif di RS Ngudi Waluyo Wlingi, kondisi RA balita berusia tiga tahun yang menjadi korban penganiayaan oleh pengasuh atau orang tua angkatnya di Blitar, Jawa Timur kini mulai membaik. Tiga dokter spesialis mengawasi perkembangan korban, termasuk traumatik berat yang dialaminya.

Istri Korban Penganiayaan Oknum TNI di Salatiga Masih Trauma

Istri Korban Penganiayaan Oknum TNI di Salatiga Masih Trauma

Primetime News • 24 days ago penganiayaan

Ika Setyaningsih, istri korban tewas yang diduga dianiaya oknum TNI di Salatiga, Jawa Tengah saat ini masih mengalami trauma. Pihak keluarga korban meminta agar kasus ini diusut tuntas dan dapat terungkap secara transparan.

Argo Wahyu Pamungkas meninggal dunia setelah diduga dianiaya oknum TNI di Salatiga, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Sementara itu, hingga saat ini empat korban luka lain masih dalam perawatan di rumah sakit Salatiga.

Ponpes Gontor Dituding Rekayasa Kematian Santri yang Tewas Dianiaya

Ponpes Gontor Dituding Rekayasa Kematian Santri yang Tewas Dianiaya

Metro Hari Ini • 24 days ago penganiayaan

Keluarga AM, santri yang tewas diduga karena dianiaya rekannya menuding pihak Pondok Modern Darussalam Gontor merekayasa kematian korban. Pihak keluarga mempermasalahkan kematian korban yang tidak menyebutkan adanya penganiayaan.

Kuasa Hukum Keluarga Korban Titis Rachmawati mengatakan, pihak pesantren saat mengantarkan AM menyampaikan bahwa korban meninggal karena terjadi di kamar mandi akibat kelelahan setelah melakukan kegiatan perkemahan. Namun, saat kain kafan korban dibuka pihak keluarga menemukan sejumlah luka lebam dan darah yang keluar dari tubuh korban.

Polisi Mulai Dalami Dugaan Kasus Penganiayaan Santri di Ponpes Gontor

Polisi Mulai Dalami Dugaan Kasus Penganiayaan Santri di Ponpes Gontor

Top News • 25 days ago penganiayaan

Polres Ponorogo, Jawa Timur mulai mendalami kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan seorang santri Pondok Modern Darussalam Gontor meninggal dunia. Polisi sudah memeriksa tujuh orang saksi. Dari hasil pemeriksaan sementara, terkuak bahwa korban dugaan penganiayaan tidak hanya satu orang melainkan ada dua orang korban lain yang juga turut menerima tindakan kekerasan. 

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo menyebut, dugaan penganiayaan dipicu karena salah paham. Namun, belum disampaikan secara rinci motif maupun kronologi penganiayaan.
 
Selain memeriksa sejumlah santri, polisi juga memeriksa dua dokter serta tiga ustaz untuk mendalami kasus dugaan penganiayaan. Kasus ini mencuat setelah orang tua santri yang tewas mengadu kepada pengacara Hotman Paris.

Keluarga Korban Penganiayaan Oknum TNI di Salatiga Minta Bantuan Hukum

Keluarga Korban Penganiayaan Oknum TNI di Salatiga Minta Bantuan Hukum

Primetime News • 25 days ago penganiayaan

Keluarga korban meninggal dunia bernama Argo Wahyu Pamungkas yang diduga akibat dianiaya sekelompok oknum TNI di Salatiga, Jawa Tengah mendatangi Kantor Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia (PBH Pradi) di Temanggung, Jawa Tengah, Senin (5/9/2022) siang. Keluarga meminta pendampingan hukum agar kasus tersebut diusut tuntas.

Ketua PBH Pradi Totok Cahyo Nugroho mengaku, sejauh ini pihaknya baru menerima aduan dan konsultasi terkait langkah hukum dalam penanganan kasus tersebut dan akan membentuk tim untuk pendampingan.