KPAI Temukan Sejumlah Kejanggalan dalam Kasus Anak Tewas di Sukabumi

Komisioner KPAI Diyah Puspitarini. (Metro TV/Rizki Nur Mohamad)

KPAI Temukan Sejumlah Kejanggalan dalam Kasus Anak Tewas di Sukabumi

Rizki Nor Mohamad • 24 February 2026 20:35

Sukabumi: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terus mengumpulkan bukti terkait tewasnya NS, anak 12 tahun di Sukabumi, Jawa Barat, yang diduga dianiaya oleh ibu tiri. Dari hasil penyelidikan, terungkap sejumlah kejanggalan dalam kasus ini.

Komisioner KPAI Diyah Puspitarini mengatakan terdapat kejanggalan dalam peristiwa kekerasan ini. Pasalnya, NS yang sudah berusia 12 tahun ini tidak mampu melindungi diri dari kekerasan oleh TR yang merupakan ibu tirinya.

"Sekuat apa si ibu ini sehingga anak tidak berani melawan untuk membela diri. Itu yang menjadi kejanggalan dalam kasus ini," kata Komisioner KPAI Diyah Puspitarini di Sukabumi, Selasa, 24 Februari 2026. 
 


Ayah kandung NS, Anwar Satibi, sebelumnya pernah melaporkan tindakan kekerasan yang dilakukan TR terhadap NS ke polisi. Namun, kasus itu berakhir damai.

"Di dalam keluarga itu ada ayah, kakak sambung yang seharusnya bisa melindungi anak ini. Kalau pun tidak, setidaknya bisa mencegah. Tetapi, ternyata kejadian berulang," ujar Diyah. 

Dengan adanya sejumlah bukti berupa keterangan saksi, bukti video, dan visum. KPAI berharap kepada polisi segera menindaklanjuti pelaku kekerasan yang terjadi dilingkungan keluarga ini. 

"Kami sangat berharap untuk pelaku KDRT siapa pun dan di mana pun itu segera ditindak secara hukum," tegas Diyah.


Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). (Metro TV/Rizki Nur Mohamad)

Sebelumnya, seorang anak laki-laki berinisial NS (12) di Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia dengan sejumlah luka bakar di tubuhnya. Dugaan sementara, penganiayaan dilakukan oleh ibu tirinya.

Peristiwa ini viral di media sosial. Dalam video yang beredar, korban terlihat mendapat penanganan medis di ruang instalasi gawat darurat RSUD Jampang Kulon. 

Pada tubuh korban ditemukan luka bakar di beberapa bagian yang diduga akibat siraman air panas. Korban meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)