Bocah 12 Tahun Tewas Dianiaya di Sukabumi, KemenPPPA Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

Ilustrasi kekerasan anak. (Metrotvnews.com)

Bocah 12 Tahun Tewas Dianiaya di Sukabumi, KemenPPPA Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

Achmad Zulfikar Fazli • 22 February 2026 16:16

Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya seorang anak laki-laki yang diduga mengalami penganiayaan berat dari ibu tirinya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

"Kami turut berdukacita atas meninggalnya seorang anak di Sukabumi. Tentu ini menjadi keprihatinan kita semua di tengah-tengah umat Islam menyambut dan melaksanakan ibadah puasa, seorang anak meninggal dengan ditemukan lebam dan luka di tubuhnya," kata Plt Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Indra Gunawan saat dihubungi di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 22 Februari 2026.

KemenPPPA masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait kasus ini. "Kita masih menunggu penyelidikan lebih lanjut dari polisi mengenai penyebab meninggalnya," kata Indra Gunawan. 

Mengenai adanya dugaan kekerasan pada anak, pihaknya menduga ada masalah dalam pengasuhan anak di dalam keluarga. 

"Resiliensi keluarga dan penguatan peran keluarga sebagai fungsi pengasuhan dan pendidikan yang pertama dan utama perlu terus dikuatkan untuk melindungi anak-anak kita dari berbagai kasus kekerasan yang bisa dilakukan oleh orang terdekat dengan anak," kata Indra Gunawan.
 

Baca Juga: 

Seorang Anak di Sukabumi Diduga Tewas Dianiaya Ibu Tiri



Bocah di Sukabumi meninggal diduga dianiaya ibu tiri. (tangkapan layar)

Sebelumnya, seorang anak laki-laki berusia 12 meninggal dunia diduga karena dianiaya ibu tirinya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Korban meninggal dengan luka lebam dan luka bakar pada tubuhnya.

Korban sehari-harinya tinggal di pesantren. Saat kejadian, korban sedang libur untuk persiapan awal puasa bersama keluarga.

Ketika itu, ayah korban yang tengah bekerja di Kota Sukabumi, ditelepon istrinya yang meminta segera pulang dengan alasan korban jatuh sakit.

Setibanya ayah korban pulang ke rumah, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jampang Kulon untuk mendapatkan penanganan medis. Nahas, korban akhirnya mengembuskan napas terakhirnya di RS tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)