Kapolda Sulsel Beberkan Motif Penganiayaan Bripda Dirja: Soal Loyalitas

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo, saat diwawancarai, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 26 Februari 2026. Metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin

Kapolda Sulsel Beberkan Motif Penganiayaan Bripda Dirja: Soal Loyalitas

Muhammad Syawaluddin • 26 February 2026 13:52

Makassar: Polda Sulawesi Selatan masih menyelidiki kasus penganiayaan yang menewaskan seorang anggota polisi muda berpangkat Bripda berinisial DP. Korban diketahui bernama Bripda Dirja Pratama, 19, bintara muda asal Kabupaten Pinrang yang baru sekitar setahun bertugas di Direktorat Samapta Polda Sulsel.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap saksi dan pelaku, terungkap dugaan motif penganiayaan karena korban dinilai tidak loyal terhadap seniornya.

"Ada pun motif yang menjadi permasalahan yaitu korban atas nama Bripda Dirja Pratama, tidak respect atau tidak loyal terhadap senior, yaitu Bripda P," katanya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 26 Februari 2026.

Djuhandhani menjelaskan, peristiwa bermula ketika Bripda P memanggil korban pada malam hari. Namun panggilan tersebut tidak diindahkan sehingga memicu kemarahan pelaku.

"Karena dipanggil berkali-kali, namun tidak diindahkan, jadi malam dipanggil, kemudian dua kali malam dipanggil tidak menghadap, kemudian pada pagi hari saat setelah salat subuh dijemput oleh yang bersangkutan," jelasnya.

Menurut dia, sikap korban yang tidak memenuhi panggilan tersebut dianggap sebagai bentuk ketidakloyalan. Pelaku kemudian diduga melakukan penganiayaan seorang diri.

"Dia dianggap tidak loyal, itu motifnya yang terjadi, yang berhasil kita dapatkan dalam proses ini," ujarnya.

Kapolda menegaskan, pelaku memukul dan mencekik korban berulang kali. Hasil visum dari tim Biddokkes Polda Sulsel menguatkan adanya tindak kekerasan tersebut.

"Pelaku secara sendiri, memukul berkali-kali sambil mencetik korban, dan ini sudah bisa dibuktikan dengan hasil visum yang dikeluarkan oleh Biddokes," ungkapnya.

Sejumlah keluarga korban anggota Polri inisial Bripda DP yang diduga mengalami kekerasan oleh seniornya hingga meninggal dunia masih menunggu hasil pemeriksaan di area Biddokkes Rumah Sakit Bayangkara Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 22 Februari 2026. ANTARA

Hingga kini, penyidik masih mendalami keterangan para saksi untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian.

Sebelumnya, peristiwa ini terjadi di Asrama Polisi (Aspol) kompleks Kantor Polda Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar. Korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya usai salat subuh setelah sahur dan kemudian dilarikan ke RSUD Daya.

Namun, nyawa korban tidak tertolong. Keluarga yang awalnya menerima informasi korban sakit menemukan sejumlah kejanggalan saat melihat kondisi jenazah, di antaranya terdapat memar pada tubuh dan darah keluar dari mulut korban.

Merasa ada kejanggalan, pihak keluarga membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum. Hasil pemeriksaan medis kemudian menjadi bagian dari proses penyelidikan yang kini masih berlangsung.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)