Bencana kekeringan panjang yang melanda wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengakibatkan warga Desa Karangaji, Kecamatan Kedung, mengalami krisis air bersih selama lebih dari tiga bulan terakhir.
Kondisi tersebut diperparah oleh mengeringnya sumur-sumur milik warga. Sementara itu, pasokan air dari PDAM setempat sudah lama terhenti. Sebagian warga yang sumurnya masih berair mengeluhkan kondisi air yang terasa asin, sehingga sama sekali tidak layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi harian.
Untuk meringankan beban warga, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 32.000 liter. Distribusi bantuan tersebut dilakukan menggunakan empat armada mobil tangki yang langsung disebar ke titik-titik permukiman warga terdampak.
Ketua DPD Partai Nasdem Jepara, Pratikno, menjelaskan bahwa krisis pasokan air di kawasan tersebut sudah mulai dirasakan warga sejak pertengahan tahun.
"Di sini mulai bulan Juli itu sudah kekeringan. Jadi yang paling parah itu bulan September kemarin, terus (kondisi) November ini luar biasa. Rencana ada empat tangki. Nanti kalau ada kegiatan lagi, kami juga akan dropping untuk kebutuhan wudu di musala dan masjid," ungkap Pratikno dikutip dari
Metro Siang, Metro TV, Senin 19 Oktober 2026.
Di tengah krisis ini, warga terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk memenuhi kebutuhan dasar. Bantuan pasokan air dari berbagai pihak tidak menentu setiap pekannya, sehingga warga harus memutar otak untuk keperluan minum dan memasak.
"Untuk kebutuhan minum dan memasak (kami) beli air galon. Satu galon harganya Rp5.000," tutur salah satu warga, Yayuk.
Berdasarkan data terbaru, krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Jepara terus meluas. Hingga saat ini, bencana kekeringan tersebut telah merambah ke 11 desa dengan total penduduk terdampak mencapai sekitar 4.000 jiwa.