Menteri LH Ajak Lulusan UMSU Bidik Peluang Ekonomi Perdagangan Karbon

29 October 2026 13:17

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat mendorong para wisudawan program sarjana (S1) dan magister (S2) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk mendalami serta menguasai potensi perdagangan karbon (carbon trading).

Menurut Jumhur, kekayaan hutan dan kawasan mangrove di Indonesia menyimpan potensi ekonomi hijau yang sangat besar di tengah kesadaran dunia dalam merestorasi lingkungan hidup.

Dalam pidatonya di hadapan wisudawan UMSU di Medan, Sumatera Utara, Jumhur menjelaskan bahwa isu krisis iklim dan lingkungan global saat ini telah menjadi perhatian bersama—mulai dari tingkat individu, komunitas, korporasi, hingga lintas negara. Upaya menekan emisi gas rumah kaca pun kini melahirkan aktivitas ekonomi baru yang bernilai tinggi.

"Kawasan mangrove atau hutan di Deli Serdang itu oksigennya dibeli oleh Microsoft di Amerika, dan nilainya bisa berjuta-juta dolar. Itu nanti ada hitungannya, dan itu yang saya rasa kita perlu mengetahui apa itu perdagangan karbon," ucap Jumhur dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Kamis, 29 Oktober 2026.
 



Ia menambahkan, perdagangan karbon membutuhkan perhitungan serta pemahaman teknis dan regulasi yang matang, sehingga perlu dipelajari secara mendalam baik dari sudut pandang ekonomi maupun kelestarian lingkungan.

Tak hanya karbon, Jumhur juga menyoroti keunggulan keanekaragaman hayati (megabiodiversity) yang dimiliki Indonesia. Jika potensi keanekaragaman hayati di darat dan laut digabungkan, Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Namun, potensi tersebut dinilai masih membutuhkan kepastian regulasi agar memiliki nilai kredit dan nilai ekonomi nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Oleh karena itu, Jumhur berharap para lulusan perguruan tinggi dapat mengambil peran aktif di garda terdepan untuk mengembangkan riset, inovasi, serta tata kelola ekonomi hijau demi kemajuan bangsa.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X