Kapolri: Mahasiswa UMSU Mampu Jadi Pemimpin Indonesia Emas 2045

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU). (Istimewa)

Kapolri: Mahasiswa UMSU Mampu Jadi Pemimpin Indonesia Emas 2045

Lukman Diah Sari • 28 September 2026 21:47

Medan: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026, Senin, 28 September 2026. Dalam kesempatan itu, Kapolri menegaskan bahwa mahasiswa UMSU memiliki modal kuat untuk menjadi pemimpin menuju Indonesia Emas 2045.

"Karena memang, generasi mahasiswa dari UMSU tentunya memiliki modal untuk bisa menjadi calon pemimpin masa depan, karena universitasnya adalah unggulan. Kemudian kedua, selain ilmu pengetahuan juga dibekali keimanan, dan UMSU ini termasuk universitas yang peduli terkait isu menjaga lingkungan. Ini menjadi modal adik-adik di sini untuk mengembangkan diri," kata Kapolri di kampus UMSU, Medan.

Kapolri menekankan pentingnya mempersiapkan diri sejak dini. Generasi muda harus mampu membaca perubahan, beradaptasi terhadap tantangan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Mahasiswa diposisikan sebagai pilar penting dalam menyongsong momentum bonus demografi Indonesia.

Dalam paparannya, Kapolri menyebut Indonesia saat ini memiliki sekitar 290,1 juta penduduk dan akan memasuki periode puncak bonus demografi pada 2030–2035. Momentum strategis tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, penciptaan lapangan kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

"Saya yakin, karena banyak contoh dari banyak pejabat dan pemimpin yang berasal dari Muhammadiyah, saya yakin ke depan (mahasiswa UMSU) akan menjadi pemimpin besar dan penerus di masa yang akan datang," ujar Jenderal Listyo Sigit.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan pengetahuan akademik. Generasi muda didorong untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, membangun karakter serta integritas, menguasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya, serta mengambil peran aktif di tengah masyarakat.

Mahasiswa, lanjut Kapolri, juga dipersiapkan menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, mampu memberi teladan, menjaga persatuan, dan selalu menempatkan kepentingan bangsa di atas perbedaan. Peran krusial ini harus diterjemahkan secara konkret melalui kehidupan kampus maupun sosial bermasyarakat.


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU). (Istimewa)

Di lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa didorong untuk konsisten menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, menjaga keamanan dan ketertiban kampus, membangun budaya akademik yang sehat, serta terus mengembangkan kompetensi dan prestasi. Sementara di luar kampus, mereka diharapkan tampil sebagai agen perubahan, mendukung pembangunan, mendorong kemajuan masyarakat, sekaligus menjadi pelopor keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta perekat persatuan bangsa.

Pesan tersebut dinilai semakin relevan di tengah dinamika perubahan lingkungan strategis global yang berlangsung sangat cepat. Kapolri memaparkan bahwa eskalasi geopolitik, tekanan ekonomi, perubahan iklim, hingga akselerasi teknologi dan kecerdasan buatan dapat membawa efek domino terhadap Indonesia. Kondisi ini menuntut lahirnya sosok pemimpin yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan tangkas mengambil keputusan tanpa kehilangan arah.

“Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia,” pesan Kapolri.

Dengan demikian, pendidikan di UMSU tidak hanya sekadar menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang menyiapkan generasi yang mampu mengisi pembangunan dan membawa Indonesia menuju era Indonesia Emas 2045.

Kuliah umum tersebut berlangsung mulai pukul 10.27 WIB, usai rangkaian pembukaan PKKMB yang dihadiri oleh jajaran pimpinan UMSU, PP Muhammadiyah, pemerintah daerah, Forkopimda Sumatra Utara, serta unsur pimpinan Polri. Tercatat, PKKMB UMSU 2026 diikuti oleh 6.027 mahasiswa baru dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari agama, pendidikan, sosial-politik, pertanian, ekonomi, hukum, teknik, ilmu komputer dan teknologi informasi, kedokteran, hingga jenjang pascasarjana dan doktoral.

(Lukman Diah Sari)