10 September 2026 14:38
Jakarta: Kemampuan berlari di atas permukaan air mungkin terdengar seperti sesuatu yang hanya ada dalam cerita. Namun, kemampuan tersebut benar-benar dimiliki basilisk, kelompok kadal yang dapat bergerak di atas air dalam jarak pendek untuk menghindari predator.
Basilisk terdiri atas empat spesies, yaitu:
Salah satu spesies yang memiliki persebaran luas adalah striped basilisk.
Mengutip laman Lamar University, striped basilisk secara alami ditemukan mulai dari Meksiko bagian selatan dan tengah, Amerika Tengah, hingga wilayah utara Amerika Selatan. Reptil ini menempati berbagai jenis hutan, termasuk kawasan hutan kering dan hutan hujan dengan kondisi lembap.
Basilisk umumnya berada di dekat sungai atau aliran air. Lingkungan tersebut menyediakan sumber makanan sekaligus jalur untuk melarikan diri ketika menghadapi ancaman. Spesies ini juga telah diperkenalkan ke Florida Everglades melalui perdagangan hewan peliharaan dan kemudian membentuk populasi yang menetap di kawasan tersebut.
Kemampuan basilisk bergerak di atas air berkaitan dengan bentuk kaki belakangnya. Kadal ini memiliki jari-jari kaki yang panjang dengan sisik yang membantu meningkatkan luas permukaan kaki ketika menyentuh air.
Saat bergerak dengan cepat, kaki belakangnya menghantam permukaan air sehingga menghasilkan dorongan yang memungkinkan tubuhnya tetap berada di atas permukaan untuk sementara waktu. Setelah kehilangan kecepatan, basilisk akan kembali masuk ke air dan berenang.
Adaptasi tersebut terutama berfungsi sebagai mekanisme untuk menghindari predator. Basilisk juga dapat berenang dan memanjat dengan baik sehingga memiliki beberapa pilihan untuk menjauh dari ancaman.
Basilisk merupakan hewan yang aktif pada siang hari. Sebagai reptil berdarah dingin, tubuhnya membutuhkan sumber panas dari lingkungan untuk membantu mengatur suhu tubuh.
Karena itu, basilisk sering ditemukan berjemur di batu atau permukaan lain yang terkena sinar matahari. Pada malam hari, hewan ini biasanya beristirahat di antara vegetasi atau semak yang lebat.
Ketika terancam, basilisk dapat menggunakan ekornya sebagai alat pertahanan. Ekornya juga menjadi bagian penting dari tubuh karena memiliki panjang yang dapat mencapai sekitar dua pertiga dari keseluruhan panjang tubuh.
Basilisk terutama memakan serangga, tetapi juga mengonsumsi sejumlah sumber makanan lain sehingga tergolong omnivora. Mengutip informasi dari Lamar University, makanan basilisk antara lain:
Kedekatannya dengan sungai membantu basilisk mendapatkan berbagai jenis makanan, termasuk serangga air dan serangga yang berkembang di sekitar tepian sungai.
Basilisk betina meletakkan telur di lubang yang digali pada tanah lembap. Setelah telur diletakkan, induk menutupinya dengan tanah dan tidak memberikan perawatan lebih lanjut. Telur umumnya menetas setelah menjalani masa inkubasi sekitar delapan hingga 10 minggu.
Anak basilisk yang keluar dari telur sudah mampu memanjat dan mencari makanan sendiri. Basilisk dewasa dapat memiliki panjang sekitar 45 hingga 75 sentimeter dengan berat hingga kurang lebih satu kilogram. Betina umumnya berukuran lebih kecil dan memiliki warna yang lebih tidak mencolok dibandingkan jantan.
Nah, kemampuan basilisk berlari di atas air menjadi salah satu bentuk adaptasi unik yang membantu kadal ini menghindari predator. Selain kemampuan tersebut, basilisk juga memiliki kemampuan berenang dan memanjat yang mendukung kehidupannya di sekitar sungai dan kawasan hutan.