7 September 2026 18:29
Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah kawasan Indonesia tidak hanya berdampak bagi lingkungan dan manusia, tetapi juga mengancam berbagai satwa liar yang menjadikan hutan sebagai habitatnya. Salah satunya adalah kucing kuwuk atau kucing hutan (Prionailurus bengalensis).
Melansir unggahan Instagram resmi Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan @ditpkh, belum lama ini ditemukan anak kucing kuwuk yang diselamatkan setelah karhutla di Kalimantan. Anak kucing kuwuk tersebut ditemukan di tengah kawasan pascakebakaran. Namun, sayangnya, sang induk dan keluarga lainnya diduga tidak selamat.
Kucing kuwuk merupakan salah satu kucing liar yang hidup di sejumlah wilayah Asia, termasuk Indonesia, yakni di Pulau Jawa dan Sumatera. Menjadi salah satu kucing liar terkecil yang paling adaptif di Asia, kucing kuwuk memiliki berat sekitar 3 hingga 7 kilogram. Tubuhnya yang berbintik dan kemampuan berburu tikus serta burung menjadikan kucing kuwuk sebagai salah satu penjaga keseimbangan ekosistem.
Meski secara umum kucing dianggap sebagai hewan yang bisa dijadikan peliharaan, hal tersebut berbeda dengan kucing kuwuk. Dalam Permen LHK No. P.106 Tahun 2018, kucing kuwuk merupakan satwa liar yang dilindungi. Bahkan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali mengetatkan penelusuran dugaan kepemilikan satwa liar oleh warga asing sehingga keberadaan kucing kuwuk sebenarnya sangat dilindungi.
Untuk mengenal jenis kucing ini lebih dalam, berikut empat fakta menarik kucing kuwuk yang disimpulkan berdasarkan Wildcat Conservation dan A-Z Animals:
Kucing kuwuk termasuk hewan nokturnal yang lebih aktif berburu pada malam hari. Biasanya, pada siang hari, mereka beristirahat di lubang pohon hingga semak lebat. Hal ini didukung oleh kemampuan penglihatan kucing kuwuk yang tajam. Dalam kondisi cahaya yang redup, kucing ini masih dapat melihat dengan baik.
Kucing jenis ini dapat hidup di berbagai jenis habitat, seperti hutan tropis, hutan pegunungan, semak belukar, hingga lahan pertanian. Bahkan, kucing kuwuk bisa ditemukan di ketinggian lebih dari 4.000 meter di Himalaya. Persebaran kucing ini di Asia juga sangat luas, mulai dari India, China, Korea, Jepang, dan kawasan Asia lainnya, termasuk Indonesia.
Selain memiliki nama ilmiah, terdapat studi terbaru yang memisahkan kucing ini ke dalam dua jenis. Pertama, kucing kuwuk daratan (Prionailurus bengalensis) yang hidup di Pakistan hingga Asia Tengah dan Rusia. Lalu, ada kucing kuwuk sunda (Prionailurus javanesis) yang ditemukan di Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatera, hingga Filipina.
Layaknya pola macan tutul, kucing kuwuk punya bintik-bintik dan roset pada tubuhnya. Warna bulunya pun bervariasi, yaitu ada yang kuning pucat, kemerahan, hingga abu-abu dengan warna putih di bagian bawah tubuh. Pola ini juga berbentuk garis-garis khas di wajah dan kepala untuk berkamuflase saat bersembunyi atau berburu.
Nah, itulah sejumlah fakta menarik dan penjelasan mengenai kucing kuwuk yang dilindungi di Indonesia. Peristiwa penemuan anak kucing kuwuk yang hidup setelah karhutla menjadi pengingat bagi manusia bahwa kebakaran hutan bukan hanya soal hilangnya pepohonan, tetapi juga hilangnya rumah bagi satwa liar di luar sana.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Eunike Michelle Gultom)