Operasi Militer AS-Israel Disebut Sasar Kantor Berita Nasional Iran

3 March 2026 15:01

Jakarta: Operasi militer Amerika Serikat (AS)-Israel kembali melancarkan serangan ke Iran dengan menyasar kantor berita nasional. Tak hanya itu, AS-Israel juga menyerang Rumah Sakit Anak (RSA) Gandhi di Teheran, Iran. 

Menurut keterangan Jurnalis Metro TV di Iran, Ismail Amin, pemerintah belum menerbitkan verifikasi jumlah korban atau dampak kerugian hingga saat ini. Meski diserang, kantor berita nasional Iran masih tetap mengudara membagikan situasi dan informasi terkini kepada masyarakat. 

"Kemarin dilaporkan serangan terbaru Israel dan AS menyasar kantor berita nasional. Walaupun sampai sekarang belum ada verifikasi mengenai jumlah korban ataupun kerugian yang diakibatkan. Namun, disebutkan kantor berita masih tetap mampu mengudara dan kami masih bisa menikmati tayangan dan laporan resmi yang ada," ungkap Ismail, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa, 3 Maret 2026.  
 

Baca Juga: AS Klaim Berhasil Hancurkan Seluruh Kapal Iran di Teluk Oman


Sejauh ini, kondisi di Iran mulai stabil dan normal. Walau demikian, pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi serangan susulan.

Namun, sebagian besar masyarakat tetap berani turun ke jalan. Terlebih untuk meluapkan duka cita mereka atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.   

Pemerintah Iran menetapkan hari libur nasional selama tujuh hari, sekaligus peringatan 40 hari masa berkabung untuk memperingati kematian Khamenei. Para warga diberikan kesempatan untuk mengekspresikan rasa dukacita dan solidaritas mereka atas situasi yang terjadi. 

Mereka turun ke jalan melakukan demonstrasi di lapangan hingga ruangan publik lainnya sambal mengutuk keras perbuatan yang dilakukan oleh AS-Israel. Mereka menegaskan diri bahwa kematian Khamenei tidak akan mengubah sistem maupun memecah belah persatuan masyarakat Iran.  

Pemerintah Iran tetap memberikan imbauan kepada masyarakat untuk  meningkatkan kewaspadaan, namun tidak ada perintah untuk membatasi mobilitas. Sehingga masyarakat masih dapat beraktivitas seperti biasa. 

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)