Operasi Intelijen Jangka Panjang di Balik Serangan yang Tewaskan Khamenei

Ribuan pendukung Ayatollah Ali Khamenei berkumpul di kota Qom, Iran. (Anadolu Agency)

Operasi Intelijen Jangka Panjang di Balik Serangan yang Tewaskan Khamenei

Willy Haryono • 3 March 2026 14:17

London: Serangan udara yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu, 28 Februari 2026, disebut merupakan hasil operasi intelijen jangka panjang yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.

Laporan Financial Times yang mengutip pejabat intelijen saat ini dan mantan pejabat menyebut hampir seluruh kamera lalu lintas di Teheran telah diretas selama bertahun-tahun. Salah satu kamera di sekitar Pasteur Street, lokasi kompleks kepemimpinan Iran, memberikan sudut pandang penting terhadap aktivitas di area tersebut.

Data dari kamera dan jaringan komunikasi diproses menggunakan algoritma canggih untuk membangun apa yang disebut pejabat intelijen sebagai “pattern of life” atau pola kehidupan target. Informasi tersebut mencakup alamat, jadwal tugas, rute perjalanan, serta siapa saja yang biasanya dilindungi oleh personel keamanan.

Dikutip dari NDTV, Selasa, 3 Maret 2026, pemantauan lalu lintas real-time disebut menjadi salah satu cara Israel dan CIA memastikan waktu keberadaan Khamenei di kantornya pada Sabtu pagi, termasuk siapa saja pejabat senior yang akan hadir dalam pertemuan tersebut.

Kantor berita Reuters sebelumnya melaporkan bahwa intelijen Israel mendeteksi adanya pertemuan penting di kompleks kepemimpinan Teheran pada pagi hari, sehingga waktu serangan dimajukan. Laporan FT menambahkan bahwa CIA memiliki sumber manusia yang memberikan konfirmasi tambahan mengenai kehadiran Khamenei di lokasi tersebut.

Selain itu, Israel dilaporkan mengganggu sejumlah menara telepon seluler di sekitar Pasteur Street pada pagi hari sebelum serangan. Gangguan tersebut membuat perangkat komunikasi terlihat sibuk saat dihubungi, sehingga detail pengamanan Khamenei tidak menerima kemungkinan peringatan.

Operasi intelijen ini disebut melibatkan Unit 8200, badan intelijen sinyal Israel, jaringan agen Mossad, serta analisis data skala besar yang diproses menjadi laporan harian intelijen militer.

Israel juga menggunakan metode analisis jaringan sosial untuk memetakan hubungan dan struktur pengambilan keputusan dalam pemerintahan Iran.

Rudal Presisi Sparrow

Dalam serangan tersebut, militer Israel menggunakan rudal jenis Sparrow yang memiliki jangkauan lebih dari 1.000 kilometer dan mampu mengenai target kecil dari jarak jauh, di luar jangkauan sistem pertahanan udara Iran.

Presiden AS Donald Trump menyatakan serangan diluncurkan setelah intelijen memastikan keberadaan Khamenei dan pejabat senior lainnya dalam satu lokasi. Militer AS disebut melakukan operasi siber untuk melumpuhkan kemampuan komunikasi dan respons Iran sebelum jet tempur Israel memasuki wilayah target.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan sekitar 200 jet tempur terlibat dalam operasi yang menargetkan ratusan titik di Iran.

Menurut laporan, keputusan untuk menargetkan Khamenei bersifat politis dan telah direncanakan selama berbulan-bulan, meski pada saat yang sama negosiasi nuklir antara AS dan Iran yang dimediasi Oman masih berlangsung.

Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Khamenei pada Minggu dini hari. Sejumlah detail operasi disebut tidak akan dipublikasikan demi melindungi sumber dan metode intelijen.

Baca juga:  Serangan yang Tewaskan Khamenei Libatkan Penggunaan Rudal Presisi

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)