Tekan Food Waste, SMA Kemala Bhayangkari Bagikan MBG dengan Prasmanan

23 April 2026 14:12

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menghadirkan inovasi baru dengan menerapkan sistem prasmanan untuk pertama kalinya. Uji coba ini dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Pejaten, di SMA Kemala Bhayangkari 1, Jakarta Selatan sebagai upaya menekan sisa makanan atau food waste di lingkungan sekolah.

Penerapan sistem prasmanan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolri menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kepolisian Republik Indonesia pada Juli mendatang. Dalam skema ini, siswa diberikan kebebasan untuk menentukan porsi makanan sesuai kebutuhan, sehingga diharapkan dapat mengurangi sisa makanan yang terbuang (food waste).

Kepala SPPG Polri Pejaten, Iqbal Salim, menjelaskan bahwa sistem prasmanan tetap mengacu pada standar gizi yang telah ditentukan oleh ahli gizi. Porsi makanan diatur menggunakan alat takar khusus, sehingga tetap terukur dan tidak sembarangan.

“Secara menu dan juga hitungan gizi tentunya ahli gizi kami sudah mempertimbangkan semuanya. Baik itu menu, baik itu hitungan menu. Untuk sistem prasmanan ini tidak hampir tidak berbeda bagaimana dengan cara porsian di SPPG, karena kami sudah menggunakan sendok takar. Jadi kami tidak mengira-ngira, sehingga kami menyesuaikan dengan sendok takar yang diarahkan oleh ahli gizi kami,” kata Iqbal dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis 23 April 2026. 

Ia menambahkan, fleksibilitas dalam pengambilan porsi menjadi kunci utama dalam menekan food waste. Siswa dapat menyesuaikan jumlah makanan yang diambil, sehingga risiko makanan tidak habis dapat diminimalkan.

"Tentu secara sistem, harapannya kami dapat menekan jumlah food waste atau sampah sisa makanan. Karena di sistem prasmanan ini, bagi siswa yang kedapatan porsinya lebih besar, sehingga kemungkinan tidak habis, bisa request untuk sedikit saja," ujarnya. 



Selain berdampak pada pengurangan limbah makanan, sistem prasmanan juga dinilai mampu membentuk karakter siswa. Kepala SMA Kemala Bhayangkari 1, Muryanto, menyebut metode ini mendorong kedisiplinan serta menumbuhkan rasa kebersamaan di antara siswa.

"Ini benar-benar sangat bermanfaat sehingga murid-murid tentunya bisa merasakan bahwa dengan kebersamaan, dengan berbarengan dengan teman-teman, juga pelayanan dan penyajiannya sungguh sungguh-sungguh luar biasa," kata Muryanto.

Salah satu siswi, Asyla, mengaku lebih menyukai sistem prasmanan dibandingkan pembagian porsi biasa. Menurutnya, metode ini lebih tertib dan adil karena setiap siswa mengambil makanan sendiri sesuai kebutuhan.

"Kalau saya sih lebih prefer di kayak gini ya,prasmanan karena kan kalau misalnya dibagiin kayak biasa nanti ada yang dituker lauknya atau ngambilnya dobel, kalau sedangkan kalau prasmanan kayak gini kan kita ngantri satu-satu sendiri," kata Asyla. 

Dalam uji coba tersebut, lebih dari 300 paket makanan berhasil disalurkan kepada siswa kelas 10 dan 11. Ke depan, SPPG Polri akan terus melakukan evaluasi agar sistem prasmanan ini dapat diterapkan secara optimal.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)