Jakarta: Lingkungan yang bersih menjadi salah satu indikator utama kualitas tempat tinggal. Selain menunjang kenyamanan, kebersihan juga berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Tak mengherankan, negara dengan pengelolaan lingkungan yang baik kerap menempati peringkat teratas sebagai negara paling sehat di dunia.
10 Negara Paling Sehat di Dunia
Melansir
William Russell,
tingkat kesehatan warga suatu negara dapat diukur melalui kualitas layanan kesehatan, sarana pendukung pola hidup sehat, kualitas infrastruktur seperti ketersediaan air bersih, serta kondisi lingkungan alam yang menghasilkan udara berkualitas. Berikut daftar 10 negara paling sehat di dunia.
1. Norwegia
Norwegia dinilai menawarkan hampir seluruh faktor penunjang bagi warganya untuk menjalani hidup yang panjang dan berkualitas. Dengan harapan hidup rata-rata mencapai 83,46 tahun, skor kesehatan lingkungan tertinggi keempat dalam Indeks Kinerja Lingkungan Yale, serta keberadaan Oslo sebagai salah satu kota paling hijau di Eropa, Norwegia unggul di berbagai indikator kesehatan. Negara ini juga mencatat pengeluaran kesehatan per kapita tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat.
Gaya hidup masyarakat Norwegia turut berperan besar dalam capaian tersebut. Warga setempat dikenal gemar berjalan kaki dan bersepeda, rutin berolahraga di luar ruangan, serta memasak makanan sehat di rumah dengan bahan-bahan segar hasil pertanian lokal.
2. Swiss
Swiss dikenal luas sebagai negara yang mampu menyediakan berbagai faktor penting untuk hidup panjang dan sehat. Akses luas terhadap ruang hijau, sistem layanan kesehatan yang berkelas dunia, serta budaya yang menekankan pola makan sehat dan olahraga rutin menjadi keunggulan utama.
Sistem layanan kesehatan publik Swiss bertumpu pada asuransi kesehatan wajib, sehingga setiap warga memiliki akses terhadap layanan dasar tanpa memandang tingkat pendapatan atau status pekerjaan. Selain itu, Swiss mencatat salah satu rasio tenaga kesehatan per kapita tertinggi di dunia, yakni sekitar 4,4 dokter serta 18,8 perawat dan bidan per 1.000 penduduk. Harapan hidup di negara ini mencapai 84,09 tahun.
3. Finlandia
Finlandia masih mencatat skor relatif rendah pada sejumlah faktor risiko kesehatan, seperti konsumsi alkohol dan penggunaan tembakau yang tergolong tinggi, angka obesitas di atas rata-rata, serta konsumsi buah dan sayuran yang cenderung lebih rendah dibanding negara lain. Namun, indikator-indikator tersebut menunjukkan tren penurunan yang cukup cepat, menandakan adanya perbaikan signifikan.
Di sisi lain, Finlandia diuntungkan dengan keberadaan salah satu kawasan ruang hijau terluas di dunia serta kualitas udara yang lebih baik dibandingkan banyak negara Eropa lainnya. Budaya yang menekankan aktivitas luar ruangan, kesetaraan, dan edukasi kesehatan turut membentuk kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan. Harapan hidup di Finlandia mencapai 82,08 tahun.
4. Australia
Pemerintah Australia menaruh fokus besar pada kesehatan masyarakat melalui berbagai inisiatif untuk mendorong perilaku hidup sehat dan mencegah penyakit. Upaya ini mencakup kampanye anti-rokok, program vaksinasi, serta promosi pola makan sehat dan aktivitas fisik. Salah satunya melalui Program Imunisasi Nasional yang menyediakan vaksin gratis bagi anak-anak dan sejumlah kelompok dewasa.
Australia juga memiliki sistem layanan kesehatan publik yang memberikan akses layanan medis gratis atau berbiaya rendah bagi warga negara dan penduduk tetap. Mengacu pada laporan Commonwealth Fund, sistem kesehatan Australia dinilai sebagai salah satu yang berkinerja terbaik di negara maju. Harapan hidup warganya mencapai 84,07 tahun.
5. Swedia
Masyarakat Swedia dikenal menjalani gaya hidup aktif dan sehat. Pola makan yang kaya buah, sayuran, dan biji-bijian utuh dipadukan dengan budaya aktivitas fisik seperti mendaki, bersepeda, dan bermain ski.
Didukung bentang alam yang indah, kualitas udara yang baik, serta akses luas terhadap ruang hijau, warga Swedia menikmati kondisi kesehatan pernapasan yang optimal. Kebijakan perlindungan lingkungan yang kuat, termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca dan pengembangan energi terbarukan, turut memberi dampak positif bagi kesehatan masyarakat. Harapan hidup di Swedia mencapai 83,42 tahun.
6. Islandia
Islandia mencatat pengeluaran per kapita tertinggi keempat untuk sektor kesehatan, dengan alokasi sekitar 8,57 persen dari APBN pada 2022. Negara ini juga meraih skor sempurna dalam aspek kesetaraan layanan kesehatan dan mencatat kualitas udara terbaik.
Dari sisi gaya hidup, masyarakat Islandia menerapkan Diet Nordik yang kaya ikan, sayuran, dan produk susu. Aktivitas fisik seperti mendaki gunung dan bermain ski menjadi bagian dari keseharian, berkontribusi pada kesehatan fisik dan mental. Harapan hidup rata-rata mencapai 82,36 tahun.
7. Luksemburg
Luksemburg mencatat peringkat relatif rendah pada sejumlah indikator layanan kesehatan, dengan belanja kesehatan sekitar 5,46 persen dari APBN. Namun, posisi negara ini dalam daftar negara paling sehat ditopang oleh melimpahnya ruang hijau dan kualitas lingkungan.
Pola makan masyarakat cenderung sederhana namun bergizi. Sekitar 79 persen penduduk tercatat berolahraga setidaknya sesekali, sementara 13 persen rutin berolahraga. Budaya hidup sehat, akses universal terhadap layanan kesehatan, serta aktivitas fisik seperti bersepeda dan bermain tenis mudah dijumpai. Harapan hidup di Luksemburg mencapai 82,36 tahun.
8. Spanyol
Sistem layanan kesehatan Spanyol dikenal luas karena menjamin akses universal bagi seluruh warganya. Dibiayai melalui pajak, sistem ini menyediakan layanan kesehatan yang terjangkau dan mudah diakses, didukung jumlah dokter per kapita yang tinggi serta distribusi fasilitas kesehatan yang merata.
Gaya hidup masyarakat Spanyol juga ditopang pola makan Mediterania yang menekankan konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Pola makan ini terbukti membantu menurunkan risiko penyakit kronis seperti jantung, diabetes, dan kanker. Harapan hidup rata-rata mencapai 83,80 tahun.
9. Jepang
Jepang mencatat tingkat obesitas hanya 4,9 persen, terendah di antara negara-negara maju. Budaya berperan besar dalam menjaga kebugaran warganya, salah satunya melalui praktik hara hachi bu, yakni kebiasaan makan hingga sekitar 80 persen kenyang. Aktivitas fisik juga menjadi bagian dari keseharian, termasuk kebiasaan mengikuti senam radio hingga usia lanjut.
Selain itu, Jepang memiliki sistem layanan kesehatan yang komprehensif dengan akses medis yang terjangkau dan merata. Harapan hidup rata-rata di Jepang mencapai 84,85 tahun.
10. Britania Raya
Sistem perawatan kesehatan Britania Raya secara konsisten dinobatkan sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Negara ini menawarkan cakupan kesehatan universal melalui skema asuransi nasional, didukung jaringan rumah sakit publik dan swasta dengan standar tinggi.
Pengeluaran kesehatan Inggris tergolong tinggi dibanding rata-rata global, yakni sekitar 11,34 persen dari APBN. Harapan hidup rata-rata masyarakat Britania Raya mencapai 81,45 tahun.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Adrian Bachtiar)