Cerita Korban KMP Putri Yasmin, 6 Jam Terombang-ambing di Laut

12 August 2026 16:13

Mataram: Tragedi terbakarnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin di perairan Selat Lombok menyisakan kisah mencekam bagi para penumpangnya. Salah satu korban selamat, Hidayat M Nur, mengungkapkan perjuangannya bertahan selama enam jam di tengah lautan lepas setelah terpaksa melompat dari kapal. 

Peristiwa tersebut terjadi saat kapal sedang berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Hidayat mengisahkan bahwa musibah itu bermula sekitar pukul 03.30 WITA, saat sebagian besar penumpang masih tertidur lelap. Ia terbangun setelah mendengar bunyi klakson keras. Tak lama kemudian, ia melihat api sudah berkobar di atas kapal.

Hidayat bersama penumpang lain kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke laut sekitar pukul 04.00 WITA. Menurut Hidayat, para penumpang tidak mendapat instruksi jelas dari anak buah kapal (ABK) untuk meninggalkan kapal.

Bahkan, ia menyebut ABK terlebih dahulu menurunkan peralatan keselamatan sekitar sepuluh menit sebelum penumpang melompat ke laut untuk mengejar pelampung.

"Kita lompat, kita kejar itu alat pengamanan (pelampung) untuk menyelamatkan diri," katanya dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Rabu 12 Agustus 2026. 

Hidayat mengaku berada di laut sejak sekitar pukul 04.00 WITA hingga pukul 10.00 WITA, sebelum akhirnya mendapat pertolongan dari tim keamanan. Selama berjam-jam terapung di laut, para korban terus berdoa agar dapat diselamatkan.

Kondisi laut saat itu sangat mengerikan, dengan gelombang besar yang menurut Hidayat terlihat seperti gunung. Ia mengaku sempat pasrah dan merasa peluang untuk selamat sangat kecil.

"Ombak besar sekali, seperti gunung. Saya pikir tidak akan selamat," ujarnya.

Selain berjuang menyelamatkan diri, sejumlah barang milik penumpang juga dilaporkan hilang setelah musibah terjadi. Hidayat bersyukur akhirnya bisa selamat dan kembali bertemu dengan keluarganya.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi dan pencarian di lokasi kejadian. Masyarakat dan keluarga korban diimbau untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X