Operasi Epic Fury: Trump Nyatakan Menang, Iran Siapkan Kejutan Balasan

12 March 2026 13:32

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kemenangan atas serangan yang dilakukan terhadap Iran. Operasi Epic Fury disebut telah sukses dalam serangan yang telah berlangsung selama 11 hari terakhir.

"Dan saat kita mengambil tindakan tegas untuk menghentikan ancaman yang ditimbulkan oleh rezim teroris di Iran dengan Operasi Epic Fury. Bukankah itu nama yang bagus? Anda tahu, Anda hanya bisa melakukan dan kita telah menang. Izinkan saya katakan, kita (AS) telah menang," kata Trump, dalam program Breaking News Metro TV, Kamis, 12 Maret 2026.

Trump bersumbar menyatakan butuh waktu tiga jam untuk melenyapkan Iran. Kini, klaim Trump, Angkatan Udara (AU) Iran telah benar-benar lenyap. 

"Mereka tidak lagi memiliki radar. Mereka tidak memiliki peralatan anti-pesawat. Mereka tidak memiliki apa pun. Rudal mereka berkurang 90 persen. Drone mereka berkurang 85 persen. Kami menghancurkan pabrik-pabrik tempat mereka dibuat di mana-mana" kata Trump.
 



Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, melalui unggahan di akun media sosial X miliknya, melontarkan sindiran tajam dengan mengubah penamaan operasi militer yang sebelumnya dijuluki Epic Fury menjadi Epic Mistake atau kesalahan fatal. Ia menilai langkah AS dan Israel menyerang infrastruktur energi Iran justru menjadi bumerang yang memicu kekacauan ekonomi global.

"Sembilan hari sejak Operasi Epic Mistake dimulai, harga minyak telah melonjak dua kali lipat sementara semua komoditas meroket. Kami tahu AS sedang merencanakan serangan terhadap situs minyak dan nuklir kami dengan harapan dapat membendung guncangan inflasi yang besar," tulis Araghchi.

Araghchi menegaskan bahwa Iran berada dalam posisi yang sepenuhnya siap dan telah menyiapkan berbagai kejutan untuk menghadapi eskalasi lebih lanjut. Ia menuding pihak penyerang tidak memiliki tujuan akhir yang jelas dalam konflik ini, sehingga cenderung melancarkan serangan secara membabi buta dan tanpa pandang bulu terhadap daerah permukiman warga sipil.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)