Menlu Iran Sebut Serangan AS-Israel Epic Mistake

11 March 2026 21:09

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara tegas menyatakan bahwa operasi militer yang dilancarkan oleh pihak Zionis dan Amerika Serikat terhadap negaranya telah berakhir dengan kegagalan. Dalam pernyataan terbarunya, Araghchi juga menekankan bahwa jalur negosiasi dengan Washington kini sudah tidak lagi masuk dalam agenda diplomatik Teheran.

Melalui unggahan di akun media sosial X miliknya, Araghchi bahkan melontarkan sindiran tajam dengan mengubah penamaan operasi militer yang sebelumnya dijuluki Epic Fury menjadi Epic Mistake atau kesalahan fatal. Ia menilai langkah Amerika Serikat dan Zionis menyerang infrastruktur energi Iran justru menjadi bumerang yang memicu kekacauan ekonomi global.

"Sembilan hari sejak Operasi Epic Mistake dimulai, harga minyak telah melonjak dua kali lipat sementara semua komoditas meroket. Kami tahu Amerika Serikat sedang merencanakan serangan terhadap situs minyak dan nuklir kami dengan harapan dapat membendung guncangan inflasi yang besar," tulis Araghchi.
 

Baca juga:
Gedung Putih: Trump Tidak Senang Rusia Bantu Iran

Araghchi menegaskan bahwa Iran berada dalam posisi yang sepenuhnya siap dan telah menyiapkan berbagai kejutan untuk menghadapi eskalasi lebih lanjut. Ia menuding pihak penyerang tidak memiliki tujuan akhir yang jelas dalam konflik ini, sehingga cenderung melancarkan serangan secara membabi buta dan tanpa pandang bulu terhadap daerah permukiman warga sipil.

Lebih lanjut, Menlu Iran ini memperingatkan bahwa upaya untuk melumpuhkan sektor energi negaranya hanya akan memperburuk inflasi dunia. Teheran mengklaim telah mengantisipasi setiap langkah lawan dan tetap berkomitmen untuk mempertahankan kedaulatannya dengan cara-cara yang belum pernah diperkirakan sebelumnya. Situasi ini pun diperkirakan akan semakin memanaskan ketegangan di kawasan Timur Tengah seiring dengan terus meroketnya harga kebutuhan pokok di pasar internasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)