Karhutla Palangka Raya Belum Padam, Titik Api Baru Terus Bermunculan

16 September 2026 18:42

Palangka Raya: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus memunculkan titik api baru meski pemadaman dilakukan setiap hari. Kondisi lahan gambut, kemarau panjang, angin kencang, dan terbatasnya sumber air menjadi tantangan bagi petugas.

“Tim gabungan ini terus-menerus untuk melakukan pemadaman di sejumlah titik, namun setiap harinya titik api ini bertambah,” ujar Jurnalis Metro TV Andromeda Arizal dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Rabu 16 September 2026.

Menurut Andromeda, angin yang cukup kencang dan sulitnya mendapatkan air turut memperbesar tantangan penanganan karhutla di Palangka Raya. Bahkan asapnya sudah mengganggu jarak pandang para pengendara, di Jalan Cilik Riwut Kilometer 17.

“Ini asap yang tebal membuat jarak pandang baik bagi pengendara roda dua ataupun juga roda empat ini hanya berjarak 10 sampai dengan 30 meter saja ini pun juga membuat sesa pernapasan kemudian juga mata perih,” kata Andromeda.

Petugas mengerahkan mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter untuk membawa air ke lokasi kebakaran. Namun, proses pemadaman dan pendinginan harus dilakukan berulang kali karena api kembali muncul.

“Proses pendinginan dan juga pemadaman untuk di titik ini saja membutuhkan waktu berulang kali,” ujarnya.

Andromeda menjelaskan kondisi lahan gambut membuat api dapat kembali muncul meski proses pendinginan telah dilakukan. Kemarau panjang membuat vegetasi mengering, sementara angin kencang turut mempercepat penyebaran api.

“Lahan ini adalah lahan gambut seluruhnya kemudian juga dengan kemarau yang sangat panjang,” kata Andromeda.

Selain pemadaman dari darat, penanganan karhutla juga dilakukan melalui udara menggunakan helikopter water bombing. Penggunaan metode tersebut disesuaikan dengan kondisi cuaca, ketebalan asap, serta kemampuan helikopter mengangkut air.

Penanganan karhutla di Palangka Raya telah berlangsung lebih dari 77 hari. Petugas gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mengendalikan kebakaran di sejumlah wilayah.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X