Mengenal Pentingnya Hari Kesadaran Autisme Sedunia

2 April 2026 21:26

Jakarta: Setiap tanggal 2 April, dunia memperingati Hari Kesadaran Autisme Sedunia sebagai momentum untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap individu dengan autisme.

Peringatan ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui resolusi Majelis Umum PBB nomor A/RES/62/139 yang disahkan pada 18 Desember 2007.

Menurut PBB, autisme merupakan kondisi neurologis yang berlangsung seumur hidup dan umumnya mulai terlihat sejak masa kanak-kanak. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, ras, maupun latar belakang sosial ekonomi.
 

Perkembangan Pemahaman Autisme

Istilah autisme pertama kali diperkenalkan oleh Eugen Bleuler pada awal 1900-an untuk menggambarkan penarikan diri sosial. Pemahaman ini berkembang pada 1940-an melalui Leo Kanner dan Hans Asperger yang mengidentifikasi autisme pada anak sebagai gangguan perkembangan. Pada 1960–1970-an, teori keliru yang menyalahkan pola asuh mulai ditinggalkan, dan autisme semakin diakui sebagai kondisi neurologis.

Memasuki 1980-an, Lorna Wing memperkenalkan konsep spektrum autisme yang menekankan keragaman karakteristik. Autisme kemudian resmi masuk dalam panduan diagnosis medis, dan pada 2008 Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 2 April sebagai Hari Kesadaran Autisme Sedunia. Kini, fokus global bergeser dari sekadar kesadaran menuju penerimaan dan inklusi.

Peran PBB dan Pembentukan WWAD

Melansir dari laman Ministry of health & wellness, di tingkat global, Hari Kesadaran Autisme Sedunia atau World Autism Awareness Day (WAAD) menjadi satu dari hanya tujuh hari kesehatan resmi yang diakui PBB. Hal ini menunjukkan urgensi penanganan autisme sebagai isu kesehatan dan hak asasi manusia yang prioritas. PBB juga menyoroti pentingnya akses pendidikan yang setara dan lingkungan kerja yang inklusif sebagaimana tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 
 

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)