Elemen masyarakat serta kalangan akademisi dan mahasiswa diajak untuk mengawal berbagai program prioritas nasional secara kritis, objektif, dan berbasis data. Upaya ini dinilai penting agar pelaksanaan program pemerintah berjalan efektif, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Wakil Ketua Umum Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI), Dedi Sofhan, menyampaikan ajakan tersebut dalam diskusi nasional bertema 'Dari Gizi ke Prestasi, dari Pangan ke Kemandirian: Menakar Kebijakan Pro-Rakyat Menuju Indonesia Emas 2045' yang digelar di Jakarta.
Diskusi yang diikuti 150 perwakilan fakultas hukum se-Indonesia ini bertujuan memperkuat budaya diskusi ilmiah, literasi hukum, dan penelitian di lingkungan
perguruan tinggi.
Dedi menilai sejumlah program prioritas pemerintah termasuk Makan Bergizi Gratis (
MBG) dan penguatan ketahanan pangan perlu dikawal dan perlu dievaluasi secara konstruktif oleh seluruh elemen masyarakat.
“Kita duduk dengan forum yang resmi secara akademis mengkaji secara akurat bahwasanya program ini saat ini memang banyak yang harus kita akui dan banyak juga yang harus dievaluasi salah satunya MBG ya dengan adanya evaluasi terhadap MBG ini ingin membuat masyarakat percaya kepada pemerintah bahwasanya pemerintah tidak bermain-main akan kesejahteraan rakyat.” kata Wakil Ketua Umum Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI), Dedi Sofhan, dikutip dari tayangan
Headline News Metro TV, Senin, 29 Juni 2026.