Akses Darat Putus, Bantuan Gempa Desa Lidi Disalurkan via Helikopter

1 September 2026 00:38

Lebih dari satu pekan pascagempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ratusan warga Desa Lidi di Pulau Palue masih sangat membutuhkan bantuan. Terputusnya akses membuat penyaluran logistik harus dilakukan melalui jalur udara bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Jurnalis Metro TV, Iqbal Himawan mengikuti langsung pengiriman bantuan paket sembako dari Istana Kepresidenan RI menggunakan helikopter. Penerbangan bertolak dari Bandara Frans Seda di pusat Kota Maumere menuju Desa Lidi dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Lantaran membawa muatan logistik yang berat, kapasitas maksimal helikopter hanya bisa menampung empat penumpang. Pilot Kemenhub RI, Isa Ansori, menjelaskan bahwa pengiriman bantuan via udara ini memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait lokasi pendaratan.

"Kalau lewat udara, posisi di atas agak riskan karena posisi untuk landing area itu terbatas sekali. Jadi kami dropping-nya bisanya hanya di titik-titik sepanjang pantai saja," ujar Isa dikutip dari Primetime News, Metro TV, Selasa 1 September 2026. 
 


Lokasi di pinggir pantai Desa Lidi akhirnya menjadi titik sasaran helikopter untuk menurunkan bantuan. Karena helikopter tidak bisa mendarat sepenuhnya di permukaan, proses penurunan barang dilakukan dengan sangat cepat, yakni kurang dari enam menit.

Tindakan cepat ini dilakukan mengingat kondisi angin di pesisir yang bisa berubah sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan penerbangan. Setelah berhasil diturunkan, bantuan logistik tersebut langsung didistribusikan kepada warga yang bermukim di area perbukitan.

Sebagai informasi, jalur darat menuju Desa Lidi sempat terputus total usai guncangan gempa pada akhir Agustus lalu. Sementara itu, penyaluran distribusi melalui jalur laut juga kerap terhambat oleh kondisi gelombang tinggi.

Tercatat ada sekitar 380 Kepala Keluarga (KK) atau lebih dari 1.300 jiwa yang terdampak bencana di desa tersebut.

Masa tanggap darurat bencana gempa Flores kini resmi diperpanjang hingga 12 September 2026. Khusus untuk wilayah Kabupaten Sikka, penanganan pascabencana difokuskan ke titik terisolasi di Pulau Palue.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X