Metro Community - Mengenal Lady Bikers Da Jogja, Komunitas Moge Khusus Perempuan

4 July 2026 15:43

Komunitas motor gede (moge) kini tak lagi identik dengan kaum pria. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, Lady Bikers Da Jogja menjadi salah satu komunitas yang menunjukkan semakin besarnya peran perempuan di dunia otomotif roda dua. Tak hanya menyalurkan hobi berkendara, komunitas ini juga membangun solidaritas, memperluas pertemanan, dan aktif mengampanyekan keselamatan berkendara.

Lady Bikers Da Jogja didirikan sebagai wadah bagi perempuan pecinta motor yang ingin memiliki ruang aman untuk berbagi pengalaman, menjalin persaudaraan, sekaligus menikmati hobi bersama.

Ketua Lady Bikers Da Jogja, Yessika Nandya, mengatakan komunitas tersebut dibentuk agar para bikers wanita memiliki tempat untuk bertemu dengan teman-teman yang memiliki minat serupa.

"Kita ini sebagai komunitas motor Lady Bikers Da Jogja adalah komunitas motor cewek yang memberikan wadah atau ruang untuk para bikers wanita bisa punya banyak teman, seru-seruan, satu frekuensi, satu jalan," ujar Yessika dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 4 Juli 2026. 

Selain rutin menggelar riding bersama, komunitas ini juga mengadakan berbagai kegiatan untuk mempererat hubungan antaranggota. Salah satunya adalah pengukuhan anggota baru yang dikemas dengan konsep unik menggunakan seragam merah putih ala siswa sekolah dasar.

Menurut Yessika, konsep tersebut memiliki makna kebersamaan sekaligus simbol persatuan.

"Dresscode-nya kita temanya merah putih, terus temanya anak SD. Ceritanya ala-ala ospek. Merah putih dipilih karena itu bendera Indonesia. Jadi kita ingin menjunjung tinggi persatuan, satu aspal, satu keluarga, satu saudara," jelasnya.

Kegiatan riding mandatory atau berkendara bersama menjadi agenda wajib yang harus diikuti seluruh anggota. Rute perjalanan sengaja dipilih melewati kawasan pedesaan, persawahan, perbukitan hingga jembatan yang membentang dari Sleman, Bantul, sampai Kulon Progo agar para peserta dapat menikmati suasana alam sekaligus melepas penat.

Salah satu anggota baru, Vina, mengaku tertarik bergabung karena ingin menambah pengetahuan mengenai dunia motor gede sekaligus memperluas relasi.

"Kesan saya sangat unik dan asyik. Biasanya komunitas motor besar tidak menggunakan seragam SD, tapi ternyata pakai seragam SD pun bisa dan tetap seru," katanya.

Ia juga mengaku terkesan dengan kebersamaan yang dibangun selama kegiatan berlangsung.

"Solidaritasnya sangat bagus. Mandatory riding kali ini benar-benar mengesankan karena rutenya banyak kelokan dan pemandangannya indah," ujarnya.

Sementara itu, Dian, yang telah bergabung selama dua tahun, mengatakan Lady Bikers Da Jogja bukan sekadar komunitas motor, melainkan tempat untuk mempererat silaturahmi dan saling memberikan inspirasi.

"Arti komunitas bagi saya adalah media silaturahmi, tempat kami menambah teman, berbagi rasa, dan tentunya karena sama-sama punya hobi motoran," kata Dian.

Menurutnya, anggota komunitas didominasi perempuan yang menggunakan motor berkapasitas mesin minimal 250 cc sehingga menunjukkan bahwa perempuan juga mampu mengendarai motor besar dengan percaya diri.

"Di Lady Bikers motornya mulai dari 250 cc. Jadi rata-rata wanita-wanita yang benar-benar tangguh, mandiri, dan percaya dirinya luar biasa. Banyak juga anggota yang menginspirasi masyarakat," ujarnya.

Tak hanya berfokus pada kegiatan touring, Lady Bikers Da Jogja juga rutin menggelar aksi sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Saat ini komunitas tersebut memiliki sekitar 30 anggota yang berasal tidak hanya dari Yogyakarta, tetapi juga berbagai daerah lain seperti Solo, Magelang, Klaten, Malang, hingga Mojokerto. Kehadiran komunitas ini menjadi bukti bahwa dunia otomotif roda dua semakin inklusif, sekaligus menunjukkan perempuan mampu membangun komunitas yang solid, aktif, dan menginspirasi.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X