Premanisme Hambat Penanganan Longsor di Kabaena, Pengusaha Tambang Resah

28 April 2026 17:43

Aksi premanisme dilaporkan menghambat penanganan bencana tanah longsor di kawasan pertambangan Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Insiden ini membuat aktivitas penanganan darurat terganggu dan menimbulkan keresahan di kalangan pengusaha tambang setempat.

Longsoran terjadi di area jalan tambang milik PT Almharig dengan luas sekitar 5.000 meter persegi. Material longsor menutup akses jalan usaha tani dan dikhawatirkan berdampak pada sumber air warga di sekitar lokasi.

Upaya perusahaan untuk menangani longsoran menggunakan dua alat berat jenis ekskavator terhambat. Sejumlah pihak di lapangan meminta alat tersebut untuk kembali ke lokasi tambang, sehingga proses pembersihan material tidak dapat dilakukan.

"Jadi posisinya pada saat itu di tanggal 14 April, alat kita paksa turun untuk ke sana, tetapi diusir untuk kembali balik ke lokasi, lokasi tambang sendiri seperti itu. Untuk melakukan pendataan, pada saat mau melakukan pendataan jadi ndak sempat," ujar Direktur PT Almharig, Basmala Septian Jaya, dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa 28 April 2026. 



Sementara itu, hasil temuan Dinas Lingkungan Hidup Bombana menunjukkan tidak ada kerusakan pada sumber air warga seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. Meski demikian, pihak DLH tetap merekomendasikan agar material longsoran segera ditangani untuk mencegah dampak lanjutan.

PLT Kadis DLH Bombana, Sitti Arnidar, menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan bukti kerusakan sumber air. Namun, ia menegaskan pentingnya penanganan lanjutan terutama pada area buffer zone guna mengantisipasi risiko lingkungan.

"Sumber air yang dikatakan rusak dan kering itu, itu tidak kami temukan terkait itu. Namun seharusnya ada penanganan lebih lanjut untuk area buffer zone," ujar Sitti.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)